Studi Kasus Pada Pasien Stroke Non Hemoragik Hemiparesis Dengan Gangguan Mobilitas Fisik Dengan Menggunakan Prosedur Mirror Therapy Di Puskesmas Jenangan Ponorogo

Septiani, Anisya (2025) Studi Kasus Pada Pasien Stroke Non Hemoragik Hemiparesis Dengan Gangguan Mobilitas Fisik Dengan Menggunakan Prosedur Mirror Therapy Di Puskesmas Jenangan Ponorogo. Karya Tulis Ilmiah thesis, Poltekkes Kemenkes Malang.

[thumbnail of KTI ANISYA_ABSTRAK.docx] Text
KTI ANISYA_ABSTRAK.docx - Other

Download (25kB)
[thumbnail of KTI ANISYA_BAB 1.docx] Text
KTI ANISYA_BAB 1.docx - Other

Download (108kB)
[thumbnail of KTI ANISYA_BAB 2.docx] Text
KTI ANISYA_BAB 2.docx - Other

Download (32kB)
[thumbnail of KTI ANISYA_BAB 3.docx] Text
KTI ANISYA_BAB 3.docx - Other

Download (73kB)
[thumbnail of KTI ANISYA_BAB 4.docx] Text
KTI ANISYA_BAB 4.docx - Other
Restricted to Registered users only

Download (24kB) | Request a copy
[thumbnail of KTI ANISYA_BAB 5.docx] Text
KTI ANISYA_BAB 5.docx - Other
Restricted to Registered users only

Download (28kB) | Request a copy
[thumbnail of KTI ANISYA_COVER, LB, dst.docx] Text
KTI ANISYA_COVER, LB, dst.docx - Supplemental Material

Download (18kB)
[thumbnail of MANUSKRIP KTI STROKE_ANISYA.docx] Text
MANUSKRIP KTI STROKE_ANISYA.docx - Supplemental Material

Download (54kB)

Kata Kunci

Stroke Non Hemoragik, Hemiparesis, Gangguan Mobilitas Fisik, Mirror Therapy, Asuhan Keperawatan.

Abstract

Latar Belakang: Stroke non hemoragik merupakan gangguan aliran darah ke otak yang dapat menyebabkan kelemahan pada satu sisi tubuh (hemiparesis) serta berdampak signifikan terhadap mobilitas fisik pasien, Stroke juga dikenal sebagai penyebab kematian ketiga setelah jantung dan kanker. Tujuan: Studi kasus ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan asuhan keperawatan pada pasien stroke non hemoragik dengan gangguan mobilitas fisik melalui penerapan mirror therapy. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada satu pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil: Didapatkan hasil dari skor gerak sendi ekstremitas atas dan bawah sebagai berikut, pada hari pertama didapatkan hasil 13 masuk interpretasi gangguan mobilitas fisik sedang sampai dengan hari ketujuh klien mengalami peningkatan skor dan pada akhirnya pada hari ketujuh pasien mendapatkan skor 20 masuk dalam interpretasi gangguan mobilitas fisik sedang. Diskusi: Evaluasi dilakukan dengan pendekatan SOAP dan menunjukkan adanya perbaikan signifikan terhadap kemampuan mobilitas pasien. Salah satu pendekatan intervensi yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan mobilitas fisik adalah mirror therapy, yaitu prosedur yang memberikan stimulasi visual guna memperbaiki fungsi ekstremitas yang mengalami paresis dan meningkatan kekuatan otot pada pasien. Dengan demikian, mirror therapy dapat menjadi intervensi keperawatan yang efektif dan aplikatif dalam mendukung pemulihan pasien stroke non hemoragik dengan gangguan mobilitas fisik.

Item Type: Undergraduate Thesis (Karya Tulis Ilmiah)
Subjects: Keperawatan > Keperawatan Keluarga
Divisions: Jurusan Keperawatan > Program Studi D-III Keperawatan (Amd.Kep) > Program Studi D-III Keperawatan Ponorogo
Depositing User: Wijaya wie Hardiati
Date Deposited: 27 Aug 2026 07:12
Last Modified: 27 Aug 2026 07:12
URI: https://repository.poltekkes-malang.ac.id/id/eprint/2471

Actions (login required)

View Item
View Item