Kholifah, Putri Nur (2025) Asuhan Keperawatan Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II Dengan Nyeri Kronis di Wilayah Kerja Puskesmas Babadan Kabupaten Ponorogo. Karya Tulis Ilmiah thesis, Poltekkes Kemenkes Malang.
ABSTRAK.docx - Other
Download (14kB)
BAB 1.docx - Other
Download (21kB)
BAB 2..docx - Other
Download (1MB)
BAB 3.docx - Other
Download (8MB)
BAB 4.docx - Other
Restricted to Registered users only
Download (325kB) | Request a copy
BAB 5.docx - Other
Restricted to Registered users only
Download (8MB) | Request a copy
DAFTAR PUSTAKA.docx - Bibliography
Download (33kB)
LAMPIRAN.docx - Supplemental Material
Download (6MB)
Manuskrip Putri Nur Kholifah P17250221024.docx - Supplemental Material
Download (73kB)
Kata Kunci
Abstract
Penyakit diabetes melitus masih menjadi ancaman serius di dunia kesehatan dan sampai saat ini menduduki peringkat ke-3 sebagai penyebab kematian di Indonesia dan selalu mengalami peningkatan setiap tahunnya. Diabetes Melitus adalah penyakit yang disebabkan pada organ pankreas tidak dapat memproduksi insulin (hormon yang mengatur gula darah), dan mengakibatkan tubuh tidak bisa memanfaatkan insulin sehingga dapat mengakibatkan kadar gula darah dalam tubuh meningkat yang disebut hiperglikemia. Pasien Diabetes Mellitus mengalami nyeri kaki akibat luka dirasakan pada saat istirahat atau setelah melakukan aktifitas. Tujuan penelitian ini untuk memberikan Asuhan Keperawatan pada Pasien Diabetes Mellitus dengan Nyeri Kronis. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif dalam bentuk studi kasus Subyek yang digunakan sebanyak satu responden, usia 57 tahun, perempuan, menderita Diabetes Mellitus 20 tahun. Berdasarkan hasil pengkajian pada 1-7 Mei 2025, menggunakan Numerical Rating Scala (NRS) didapatkan skala nyeri 5 (nyeri sedang). Sehingga untuk mengatasi masalah keperawatan nyeri kronis yaitu menggunakan intervensi, terapi Relaksasi Otot Progresif (ROP) dan perawatan luka. Evaluasi yang didapatkan dari implementasi 7x24 jam adalah nyeri kronis menurun dengan hasil NRS skala 2 (nyeri ringan). ROP sangat efektif untuk mengurangi nyeri karena memiliki efek pada saraf otonom sehingga mengaktifkan respon relaksasi fisiologis. Aktivitas parasimpatik sistem saraf akan meningkat sehingga menghasilkan penurunan tekanan darah dan pernapasan yang lambat sehingga nyeri dapat berkurang. Dengan melakukan ROP secara teratur pasien dapat belajar mengenali ketegangan otot dan mengembangkan keterampilan otot-ototnya. Hal ini dapat mengurangi ketegangan otot kronis yang menyebabkan nyeri kronis
| Item Type: | Undergraduate Thesis (Karya Tulis Ilmiah) |
|---|---|
| Subjects: | Keperawatan > Keperawatan Medikal Bedah |
| Divisions: | Jurusan Keperawatan > Program Studi D-III Keperawatan (Amd.Kep) > Program Studi D-III Keperawatan Ponorogo |
| Depositing User: | Wijaya wie Hardiati |
| Date Deposited: | 26 Aug 2026 03:56 |
| Last Modified: | 26 Aug 2026 03:52 |
| URI: | https://repository.poltekkes-malang.ac.id/id/eprint/2449 |
