WULANDARI, SILVIA (2025) HUBUNGAN KADAR GULA DARAH DENGAN PROSES PENYEMBUHAN LUKA OPERASI PADA PASIEN POST OPERASI BEDAH DIGESTIF DENGAN PENYAKIT PENYERTA DIABETES MELLITUS DI RSUD KARSA HUSADA BATU. Skripsi thesis, POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MALANG.
ABSTRAK BAHASA INDONESIA.pdf
Download (228kB)
ABSTRAK BAHASA INGGRIS.pdf
Download (111kB)
BAB 1.pdf
Download (146kB)
BAB 2.pdf
Download (447kB)
BAB 3.pdf
Download (448kB)
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only
Download (270kB) | Request a copy
BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only
Download (126kB) | Request a copy
COVER DALAM.pdf
Download (15kB)
COVER LUAR.pdf
Download (15kB)
DAFTAR PUSTAKA (2).pdf
Download (243kB)
DAFTAR ISI.pdf
Download (331kB)
KATA PENGANTAR.pdf
Download (126kB)
LAMPIRAN (2).pdf
Download (722kB)
LEMBAR ORISINALITAS(1).pdf
Download (747kB)
LEMBAR PENGESAHAN (p1).pdf
Download (1MB)
PERSETUJUAN PEMBIMBING(1).pdf
Download (757kB)
Kata Kunci
Abstract
Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit penyerta yang dapat memengaruhi proses penyembuhan luka pasca operasi. Kadar gula darah yang tinggi dapat menghambat penyembuhan luka melalui gangguan sintesis kolagen, angiogenesis, dan fagositosis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kadar gula darah dengan proses penyembuhan luka operasi pada pasien post operasi bedah digestif dengan DM. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan crosssectional. Sampel penelitian terdiri dari 47 pasien post operasi bedah digestif dengan DM di RSUD Karsa Husada Batu. Data kadar gula darah diukur menggunakan glukometer, sedangkan penyembuhan luka dinilai dengan skala REEDA (Redness, Edema, Ecchymosis, Discharge, Approximation). Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman’s Rank. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kadar gula darah responden adalah 166,98 mg/dL yang termasuk kedalam kategori sedang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata – rata penyembuhan luka responden adalah 1,26 dengan kategori penyembuhan luka sedang. Uji korelasi menunjukkan hubungan yang signifikan antara kadar gula darah dengan proses penyembuhan luka (r = 0,648), dengan interpretasi tingkat hubungan yang kuat. Kesimpulan : Terdapat hubungan positif dan kuat antara kadar gula darah dengan proses penyembuhan luka operasi pada pasien post operasi bedah digestif dengan DM. Semakin tinggi kadar gula darah, semakin terganggu proses penyembuhan lukanya yang menyebabkan semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk penyembuhan luka. Penelitian ini menekankan pentingnya pengendalian kadar gula darah untuk mempercepat penyembuhan luka pasca operasi.
| Item Type: | Undergraduate Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Subjects: | Keperawatan > Keperawatan Medikal Bedah |
| Depositing User: | donny sashari |
| Date Deposited: | 08 May 2026 06:49 |
| Last Modified: | 08 May 2026 06:49 |
| URI: | https://repository.poltekkes-malang.ac.id/id/eprint/861 |
