PENGARUH LATIHAN ROM PASIF TERHADAP RENTANG GERAK SENDI SIKU DAN KEKUATAN OTOT BISEP PADA PASIEN STROKE ISKEMIK DI RSUD KANJURUHAN

LABIBAH, NISRINA (2025) PENGARUH LATIHAN ROM PASIF TERHADAP RENTANG GERAK SENDI SIKU DAN KEKUATAN OTOT BISEP PADA PASIEN STROKE ISKEMIK DI RSUD KANJURUHAN. Skripsi thesis, POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MALANG.

[thumbnail of 4B_Nisrina_Labibah_Skripsi.pdf] Text
4B_Nisrina_Labibah_Skripsi.pdf

Download (5MB)
[thumbnail of Awal.pdf] Text
Awal.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of BAB 1.pdf] Text
BAB 1.pdf

Download (262kB)
[thumbnail of BAB 2.pdf] Text
BAB 2.pdf

Download (509kB)
[thumbnail of BAB 3.pdf] Text
BAB 3.pdf

Download (481kB)
[thumbnail of BAB 4.pdf] Text
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (521kB) | Request a copy
[thumbnail of Daftar Referensi.pdf] Text
Daftar Referensi.pdf

Download (292kB)
[thumbnail of Kesimpulan.pdf] Text
Kesimpulan.pdf
Restricted to Registered users only

Download (194kB) | Request a copy
[thumbnail of Lampiran.pdf] Text
Lampiran.pdf

Download (3MB)

Kata Kunci

Latihan ROM Pasif, rentang gerak sendi siku, kekuatan otot bisep

Abstract

Kelemahan fisik pada pasien stroke iskemik dapat menyebabkan penurunan pada rentang gerak sendi siku dan kekuatan otot bisep, jika tidak segera ditangani akan mengakibatkan kelumpuhan permanen. Penanganannya dapat dilakukan dengan latihan ROM Pasif. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh latihan ROM Pasif terhadap rentang gerak sendi siku dan kekuatan otot bisep pada pasien stroke iskemik. Peneliti menggunakan metode quasi experimental. Responden pada penelitian ini berjumlah 34, dibagi 2 kelompok, dengan masing-masing kelompok berjumlah 17 orang. Pengambilan responden dilakukan dengan teknik Purposive Sampling, disesuaikan dengan kriteria inklusi yaitu stroke iskemik serangan pertama dan dirawat di hari pertama, berusia 41-60 tahun, pasien kooperatif, mengalami hemiplegia atau hemiparesis, dan pengukuran ekstensi 0°. Variabel independent pada penelitian ini yaitu Latihan ROM Pasif dan dependent yaitu rentang gerak sendi siku dan kekuatan otot bisep. Penelitian ini menggunakan uji Paired T-test untuk mengetahui pengaruh ROM Pasif terhadap rentang gerak sendi siku dan uji Wilcoxon untuk mengetahui pengaruh ROM Pasif terhadap kekuatan otot bisep. Hasil penelitian menunjukkan mean pre-test rentang gerak sendi siku 31,76 dan nilai 4 kekuatan otot bisep sebanyak 1 orang (5,9%) dan mean post-test rentang gerak sendi siku 45,88 dan nilai 4 kekuatan otot bisep meningkat sebanyak 5 orang (29,4%). Serta menunjukkan ada pengaruh rentang gerak sendi siku sebelum dan sesudah ROM Pasif dengan nilai p=0,001 dan ada pengaruh kekuatan otot bisep sebelum dan sesudah ROM Pasif dengan nilai p=0,011. Latihan ROM Pasif jika dilakukan secara tepat dan konsisten dapat memulihkan kelemahan rentang gerak sendi siku dan kekuatan otot bisep pasien stroke iskemik.

[error in script]
Item Type: Undergraduate Thesis (Skripsi)
Subjects: Keperawatan > Keperawatan Gerontik
Keperawatan > Keperawatan Medikal Bedah
Depositing User: donny sashari
Date Deposited: 0008
Last Modified: 08 May 2026 03:44
URI: https://repository.poltekkes-malang.ac.id/id/eprint/639

Actions (login required)

View Item
View Item