Gambaran Tingkat Kemandirian Lansia Penderita Diabetes Melitus Dalam Melakukan Activity Daily Living di Wilayah Kerja Puskesmas Jetis

Fatikhah, Kayla Indah Aurelia (2026) Gambaran Tingkat Kemandirian Lansia Penderita Diabetes Melitus Dalam Melakukan Activity Daily Living di Wilayah Kerja Puskesmas Jetis. Karya Tulis Ilmiah thesis, Poltekkes Kemenkes Malang.

[thumbnail of ABSTRAK.pdf] Text
ABSTRAK.pdf

Download (175kB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf

Download (182kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf

Download (265kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf

Download (230kB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (341kB) | Request a copy
[thumbnail of BAB V.pdf] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (198kB) | Request a copy
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Bibliography

Download (143kB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf - Supplemental Material

Download (1MB)

Kata Kunci

Diabetes Melitus; Lansia; Kemandirian; Activity of Daily Living; Indeks Katz

Abstract

Penelitian ini bertujuan menggambarkan tingkat kemandirian lansia penderita Diabetes Melitus (DM) dalam melakukan Activity of Daily Living (ADL) di wilayah kerja Puskesmas Jetis, Kabupaten Ponorogo. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 30 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling dari lansia penderita DM berusia 60-80 tahun yang terdaftar dalam Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis). Tingkat kemandirian diukur menggunakan Indeks Katz, dengan analisis univariat melalui distribusi frekuensi dan tabulasi silang antara kelompok usia dan tingkat kemandirian ADL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 60-70 tahun (80%) dan berjenis kelamin perempuan (67%). Terkait kemandirian ADL, 67% responden berada pada kategori mandiri, 33% memerlukan bantuan, dan tidak ditemukan responden dengan ketergantungan total. Tabulasi silang menunjukkan pola penurunan kemandirian seiring bertambahnya usia: 75% pada kelompok usia 60-70 tahun masih mandiri, 67% pada kelompok 71-80 tahun, sedangkan seluruh responden (100%) pada kelompok usia 81-90 tahun memerlukan bantuan. Tingginya kemandirian pada kelompok lansia yang lebih muda berkaitan dengan kondisi fisik yang masih baik, keaktifan mengikuti Prolanis, dan dukungan keluarga, sedangkan penurunan kemandirian pada kelompok usia lebih tua mencerminkan penurunan fungsi fisik akibat penuaan serta meningkatnya risiko komplikasi DM. Dapat disimpulkan bahwa sebagian besar lansia penderita DM di Puskesmas Jetis masih mandiri dalam melakukan ADL, namun kemandirian cenderung menurun seiring bertambahnya usia, sehingga skrining fungsional rutin pada lansia usia lanjut sangat diperlukan.

Item Type: Undergraduate Thesis (Karya Tulis Ilmiah)
Subjects: Keperawatan > Keperawatan Gerontik
Keperawatan > Keperawatan Medikal Bedah
Divisions: Jurusan Keperawatan > Program Studi D-III Keperawatan (Amd.Kep) > Program Studi D-III Keperawatan Ponorogo
Depositing User: Wijaya wie Hardiati
Date Deposited: 10 Sep 2026 04:18
Last Modified: 10 Sep 2026 04:18
URI: https://repository.poltekkes-malang.ac.id/id/eprint/2804

Actions (login required)

View Item
View Item