Asuhan Keperawatan pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 dengan Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah di Wilayah Puskesmas Babadan Kabupaten Ponorogo

Nikmah, Nadzua Zahrotul (2026) Asuhan Keperawatan pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 dengan Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah di Wilayah Puskesmas Babadan Kabupaten Ponorogo. Karya Tulis Ilmiah thesis, Poltekkes Kemenkes Malang.

[thumbnail of ABSTRAK.pdf] Text
ABSTRAK.pdf

Download (277kB)
[thumbnail of BAB 1.pdf] Text
BAB 1.pdf

Download (148kB)
[thumbnail of BAB 2.pdf] Text
BAB 2.pdf

Download (324kB)
[thumbnail of BAB 3.pdf] Text
BAB 3.pdf

Download (151kB)
[thumbnail of BAB 4.pdf] Text
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (431kB) | Request a copy
[thumbnail of BAB 5.pdf] Text
BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (141kB) | Request a copy
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Bibliography

Download (224kB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf - Supplemental Material

Download (1MB)

Kata Kunci

DM; Ketidakstabilan; Glukosa Darah; Hiperglikemia

Abstract

Diabetes melitus (DM) tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai hiperglikemia akibat resistensi insulin dan gangguan sekresi insulin. Ketidakstabilan kadar glukosa darah sering terjadi pada pasien DM tipe 2 dan berisiko menimbulkan komplikasi. Tujuan studi kasus ini adalah memberikan asuhan keperawatan pada pasien DM tipe 2 dengan ketidakstabilan kadar glukosa darah. Metode yang digunakan yaitu studi kasus dengan pendekatan kualitatif pada satu partisipan, yaitu Tn. B usia 52 tahun, berjenis kelamin laki-laki, dengan diagnosis medis Diabetes Melitus tipe 2. Hasil pengkajian Tn. B usia 52 tahun menunjukkan keluhan polidipsia, polifagia, poliuria nokturnal, pusing, mudah lelah, dan mengantuk dengan GDA 275 mg/dL. Intervensi dilakukan melalui manajemen hiperglikemia. Aktivitas fisik berupa senam DM selama 15 menit dilakukan setiap hari serta didukung penerapan 5 pilar DM yang meliputi edukasi kesehatan, pengaturan diet, pemantauan kadar glukosa darah, dan kepatuhan pengobatan. Evaluasi selama 7 hari menunjukkan peningkatan skor indikator (SLKI L.03222) dari 7 (kestabilan GD kurang) menjadi 21 (kestabilan GD baik), disertai penurunan GDA menjadi 125 mg/dL, berkurangnya keluhan pusing, mengantuk, lelah, dan polifagia. Hasil tersebut didukung oleh senam DM yang meningkatkan sensitivitas insulin dan penggunaan glukosa oleh otot serta penerapan 5 pilar DM secara konsisten. Manajemen hiperglikemia dan penerapan 5 pilar DM secara konsisten dapat meningkatkan kestabilan kadar glukosa darah serta memperbaiki kondisi klinis pasien DM tipe 2.

Item Type: Undergraduate Thesis (Karya Tulis Ilmiah)
Subjects: Keperawatan > Keperawatan Medikal Bedah
Divisions: Jurusan Keperawatan > Program Studi D-III Keperawatan (Amd.Kep) > Program Studi D-III Keperawatan Ponorogo
Depositing User: Wijaya wie Hardiati
Date Deposited: 09 Sep 2026 05:30
Last Modified: 09 Sep 2026 05:30
URI: https://repository.poltekkes-malang.ac.id/id/eprint/2714

Actions (login required)

View Item
View Item