SUKMA, Oktafiana Ayu (2026) Hubungan Status Anemia dengan Tingkat Aktivitas Fisik pada Remaja Putri Kelas XI di SMA Muhammadiyah 3 Jember. Skripsi thesis, Poltekkes Kemenkes Malang.
SKRIPSI COVER.pdf
Download (1MB)
SKRIPSI BAB 1.pdf
Download (376kB)
SKRIPSI BAB 2.pdf
Download (648kB)
SKRIPSI BAB 3.pdf
Download (716kB)
SKRIPSI BAB 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (599kB) | Request a copy
SKRIPSI BAB 5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (182kB) | Request a copy
SKRIPSI DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (214kB)
SKRIPSI LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB) | Request a copy
Kata Kunci
Abstract
Pendahuluan: Rendahnya tingkat aktivitas fisik masih menjadi permasalahan kesehatan pada remaja putri. Salah satu faktor yang berhubungan dengan tingkat aktivitas fisik adalah status anemia. Studi pendahuluan di SMA Muhammadiyah 3 Jember menunjukkan 60% remaja putri memiliki kadar hemoglobin di bawah normal dan 30% mengeluhkan mudah lelah serta pusing saat beraktivitas. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan status anemia dengan tingkat aktivitas fisik pada remaja putri kelas XI di SMA Muhammadiyah 3 Jember. Metode: Penelitian korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi berjumlah 65 remaja putri kelas XI, dengan sampel 56 responden yang dipilih menggunakan simple random sampling. Status anemia diukur menggunakan hemoglobinometer digital dan tingkat aktivitas fisik menggunakan International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) Long Form. Analisis menggunakan uji Spearman Rank (α=0,05). Hasil: Sebanyak 30 dari 56 responden (53,6%) tidak mengalami anemia, sedangkan 26 responden (46,4%) mengalami anemia. Tingkat aktivitas fisik terbanyak berada pada kategori sedang, yaitu 36 responden (64,3%). Uji Spearman Rank menunjukkan hubungan yang bermakna antara status anemia dan tingkat aktivitas fisik (p < 0,001; rₛ = 0,446), dengan arah hubungan positif dan kekuatan korelasi sedang. Diskusi: Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja putri dengan status hemoglobin yang lebih baik cenderung memiliki tingkat aktivitas fisik yang lebih optimal. Temuan ini sejalan dengan penelitian (Monyeki et al., 2024) yang melaporkan bahwa kadar hemoglobin berkaitan dengan kebugaran dan kemampuan tubuh melakukan aktivitas fisik. Oleh karena itu, upaya pencegahan dan penanganan anemia pada remaja putri perlu dioptimalkan sebagai salah satu langkah untuk mendukung aktivitas fisik yang lebih baik.
| Item Type: | Undergraduate Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Subjects: | Kebidanan > Gizi dan Kesehatan Reproduksi |
| Divisions: | Jurusan Kebidanan > Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan (Str.) > Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan Jember (Str.) |
| Depositing User: | Yeni Racmawati Yeni Racmawati |
| Date Deposited: | 0025 |
| Last Modified: | 21 Aug 2026 08:25 |
| URI: | https://repository.poltekkes-malang.ac.id/id/eprint/2374 |
