HAKIKI, NASJHWA AULIA (2026) GAMBARAN TINGKAT KONSUMSI ZAT GIZI PADA BALITA STUNTING USIA (0 – 59 BULAN) DI DUSUN KLIRAN, DESA BULUKERTO, KECAMATAN BUMIAJI, KOTA BATU. Laporan Akhir thesis, Poltekkes Kemenkes Malang.
COVER LUAR 2.pdf
Download (3MB)
2 Cover Dalam.pdf
Download (100kB)
3 Lembar Keaslian.pdf
Download (77kB)
Lembar Persetujuan_.pdf
Download (220kB)
Lembar pengesahan 2.pdf
Download (1MB)
KATA PENGANTAR.pdf
Download (100kB)
ABSTRAK INDONESIA.pdf
Download (103kB)
ABSTRACT INGGRIS.pdf
Download (109kB)
DAFTAR ISI.pdf
Download (159kB)
BAB I.pdf
Download (133kB)
BAB II.pdf
Download (226kB)
BAB III.pdf
Download (160kB)
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Download (497kB) | Request a copy
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only
Download (169kB) | Request a copy
DAFTAR PUSTAKA .pdf
Download (183kB)
Lampiran.pdf
Download (1MB)
Kata Kunci
Abstract
NASJHWA AULIA HAKIKI. 2026. Gambaran Tingkat Konsumsi Zat gizi Pada Balita Stunting Usia (0 – 59 Bulan) di Dusun Keliran, Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Karya Tulis Ilmiah. Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing: Sugeng Iwan Setyobudi, S.TP., M.Kes
Stunting masih menjadi masalah gizi kronis yang signifikan di Indonesia, dengan prevalensi nasional mencapai 19,8% pada tahun 2024, mendekati ambang batas kritis WHO sebesar 20%. Di Dusun Kliran, Desa Bulukerto, Kota Batu, prevalensi stunting mencapai 16,3% di tingkat dusun dan 7,8% di tingkat desa. Penelitian ini bertujuan memahami tingkat konsumsi nutrisi pada balita berusia 0-59 bulan, termasuk menganalisis status gizi, praktik pemberian ASI, dan kesesuaian porsi makan dengan pedoman "Isi Piringku". Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh 17 balita mengalami stunting berdasarkan indeks TB/U, dengan 76,47% kategori pendek dan 23,5% sangat pendek. Praktik pemberian ASI eksklusif belum optimal, hanya 23,5% balita usia 12-23 bulan yang masih menerima ASI. Tingkat konsumsi sebagian besar nutrisi sangat defisit (76,2%), terutama energi, lemak, karbohidrat, dan mikronutrien seperti zat besi, kalsium, vitamin D, yodium, dan selenium. Meskipun asupan protein mencapai 91,24% AKG, defisit energi menyebabkan protein digunakan sebagai sumber energi alternatif sehingga menghambat fungsi pertumbuhannya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa stunting di Dusun Kliran merupakan masalah multidimensi akibat kekurangan nutrisi kronis yang kompleks, sehingga diperlukan pendidikan gizi yang ditargetkan bagi ibu dengan fokus pada asupan energi, mikronutrien yang memadai, dan penerapan pedoman "Isi Piringku" secara konsisten.
Kata Kunci: stunting; tingkat konsumsi; balita; isi piringku
| Item Type: | Undergraduate Thesis (Laporan Akhir) |
|---|---|
| Subjects: | Gizi > Gizi Pangan |
| Divisions: | Jurusan Gizi > Program Studi D-III Gizi |
| Depositing User: | Siwi Wulandari Siwi Wulandari |
| Date Deposited: | 08 Jun 2026 28 |
| Last Modified: | 06 Aug 2026 08:47 |
| URI: | https://repository.poltekkes-malang.ac.id/id/eprint/2248 |
