PERBEDAAN EFEKTIFITAS TERAPI WARM COMPRESS DAN COLD COMPRESS TERHADAP INTENSITAS NYERI HAID PADA REMAJA PUTRI SMA BIMA AMBULU

MASRUROH, Wenni (2023) PERBEDAAN EFEKTIFITAS TERAPI WARM COMPRESS DAN COLD COMPRESS TERHADAP INTENSITAS NYERI HAID PADA REMAJA PUTRI SMA BIMA AMBULU. Skripsi thesis, Poltekkes Kemenkes Malang.

[thumbnail of Cover] Text (Cover)
001-014.pdf

Download (740kB)
[thumbnail of Bab 1] Text (Bab 1)
015-022.pdf

Download (341kB)
[thumbnail of Bab 2] Text (Bab 2)
023-060.pdf

Download (658kB)
[thumbnail of Bab 3] Text (Bab 3)
061-075.pdf

Download (853kB)
[thumbnail of Bab 4] Text (Bab 4)
076-103.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (395kB) | Request a copy
[thumbnail of Bab 5] Text (Bab 5)
104-105.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (208kB) | Request a copy
[thumbnail of Daftar Pustaka] Text (Daftar Pustaka)
106-112.pdf

Download (454kB)
[thumbnail of Lampiran] Text (Lampiran)
113-143.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy

Kata Kunci

Dismenore, Kompres Dingin, Kompres Hangat

Abstract

Latar Belakang :Dismenore, atau yang lebih dikenal sebagai nyeri haid, adalah kondisi yang sering terjadi pada remaja putri. Hal ini seringkali menimbulkan ketidaknyamanan fisik dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas kompres dingin dan hangat dalam mengurangi intensitas nyeri dismenore pada remaja putri. Metode : Menggunakan desain analitik
komparatif tidak berpasangan dengan one group pra-post test 2 variabel bebas. Populasi 60 remaja putri mengalami nyeri haid, menggunakan Simpel Random Sampling dengan jumlah sampel 52 remaja putri. Instrumen penelitan menggunakan kuisioner numeric ratting scale/NRS. Analisis data Uji Wilcoxon dan Uji Mann-Whitney. Hasil : Berdasarkan analisis uji Wilxocon intensitas nyeri haid sebelum dan sesudah terapi yaitu di dapatkan hasil signifikan p= 0,000 < 0,05. Sedangkan dengan uji Mann-Whitney, diperoleh nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,115 > 0,05. Kesimpulan : Dapat disimpulkan pemberian terapi kompres hangat dan dingin yang mengalami dismenore (nyeri haid) menghasilkan penurunan intensitas nyeri secara keseluruhan, berarti kedua metode kompres yang diuji memiliki efektivitas yang setara dalam mengurangi intensitas nyeri haid pada populasi tersebut. Meskipun tidak ada perbedaan yang signifikan antara kedua metode, untuk mempertimbangkan preferensi dan kenyamanan individu dalam memilih metode kompres yang sesuai. Terapi kompres hangat dan dingin dapat menjadi pilihan yang efektif untuk mengurangi intensitas nyeri haid.

[error in script]
Item Type: Undergraduate Thesis (Skripsi)
Subjects: Kebidanan > Gizi dan Kesehatan Reproduksi
Depositing User: Yeni Racmawati Yeni Racmawati
Date Deposited: 09 Jun 2026 04:38
Last Modified: 09 Jun 2026 07:43
URI: https://repository.poltekkes-malang.ac.id/id/eprint/1359

Actions (login required)

View Item
View Item