Ardiana, Rifki (2026) PERUBAHAN GLASGOW COMA SCALE (GCS), MEAN ARTERIAL PRESSURE (MAP) DAN SATURASI OKSIGEN PASIEN STROKE SETELAH PEMBERIAN POSISI HEAD UP 30 DERAJAT DI RUANG GAWAT DARURAT MEDIK BEDAH RSUD dr. SOEDONO PROVINSI JAWA TIMUR. Laporan Akhir thesis, Poltekkes Kemenkes Malang.
1. Cover.pdf
Download (678kB)
2. BAB I.pdf
Download (219kB)
3. BAB II.pdf
Download (298kB)
4. BAB III.pdf
Download (354kB)
5. BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Download (306kB) | Request a copy
6. BAB V.pdf
Restricted to Registered users only
Download (205kB) | Request a copy
7. Daftar Pustaka.pdf
Restricted to Registered users only
Download (190kB) | Request a copy
8. Lampiran.pdf
Restricted to Registered users only
Download (2MB) | Request a copy
Kata Kunci
Abstract
Pemberian posisi head up 30 derajat berdampak pada
peningkatan GCS, menurunkan MAP dan meningkatkan saturasi oksigen sehingga
efektif mencegah perburukan kondisi neurologis pada pasien stroke. Tujuan
Penelitian: Mengetahui perubahan GCS, MAP dan saturasi oksigen pasien stroke
setelah pemberian posisi head up 30 derajat di Ruang Gawat Darurat Medik Bedah
RSUD dr. Soedono Provinsi Jawa Timur. Metode Penelitian: Penelitian kuantitatif
dengan desain pra-eksperimental. Sampel penelitian 48 responden dipilih
menggunakan teknik consecutive sampling. Variabel penelitian meliputi posisi head
up 30 derajat sebagai variabel independen, serta GCS, MAP dan saturasi oksigen
sebagai variabel dependen. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi
GCS, MAP dan saturasi oksigen. Analisis data menggunakan uji Shapiro-Wilk, uji
Friedman dan uji post-hoc Wilcoxon. Hasil dan Pembahasan: Terdapat
peningkatan signifikan GCS awal datang sampai menit ke-60 (p=0,014) dan menit
ke-30 sampai menit ke-60 (p=0,025), namun tidak ada peningkatan signifikan pada
awal datang sampai menit ke-30 (p=0,317). MAP mengalami penurunan signifikan
pada seluruh waktu pengukuran (p=0,000). Saturasi oksigen meningkat signifikan
awal datang sampai menit ke-30 (p=0,020) dan awal datang sampai menit ke-60
(p=0,001), tetapi tidak ada peningkatan signifikan pada menit ke-30 sampai menit
ke-60 (p=0,338). Perubahan ini disebakan karena posisi head up 30 derajat
memanfaatkan gaya gravitasi untuk meningkatkan drainase vena dari otak ke
jantung, yang secara langsung menurunkan tekanan intrakranial dan memperbaiki
ekspansi alveolar. Hal ini mengoptimalkan perfusi serebral serta oksigenasi
jaringan otak yang ditandai dengan perbaikan kesadaran dan stabilisasi
hemodinamik. Kesimpulan: Posisi head up 30 derajat efektif meningkatkan status
neurologis dan hemodinamik. Perawat diharapkan segera memberikan posisi ini
saat pertama kali menemukan pasien stroke untuk memaksimalkan oksigenasi dan
mencegah perburukan kondisi.
| Item Type: | Undergraduate Thesis (Laporan Akhir) |
|---|---|
| Subjects: | Keperawatan > Keperawatan Gawat Darurat dan Manajemen Bencana |
| Divisions: | Jurusan Keperawatan > Program Studi D-III Keperawatan (Amd.Kep) > Program Studi D-III Keperawatan Blitar |
| Depositing User: | Rachmi Septiviana |
| Date Deposited: | 02 Oct 2026 09:32 |
| Last Modified: | 02 Oct 2026 09:32 |
| URI: | https://repository.poltekkes-malang.ac.id/id/eprint/3164 |
