PRATIWI, IGA WARDANI BUNGA (2025) PENERAPAN MOBILISASI DINI DAN KOMPRES HANGAT DALAM MENGURANGI NYERI DAN MENINGKATKAN RENTANG GERAK SENDI PASCAOPERASI FRAKTUR TIBIA 1/3 PROKSIMAL SINISTRA DI RSUD Dr. SAIFUL ANWAR. Tugas Akhir thesis, POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MALANG.
2. Cover dalam.pdf
Download (197kB)
3. Lembar Persetujuan.pdf
Download (255kB)
4. Lembar Pengesahan.pdf
Download (338kB)
5. lembar orisinalitas.pdf
Download (195kB)
6. Abstrak indonesia.pdf
Download (228kB)
7.Abstrak Inggris.pdf
Download (255kB)
8. Kata Pengantar.pdf
Download (182kB)
9. Daftar isi.pdf
Download (214kB)
10. Daftar tabel.pdf
Download (225kB)
11. Daftar gambar.pdf
Download (159kB)
12. Daftar lampiran.pdf
Download (1MB)
13 Daftar singkatan dan simbol.pdf
Download (227kB)
14. BAB 1.pdf
Download (271kB)
15. BAB 2.pdf
Download (570kB)
16. BAB 3.pdf
Download (269kB)
17. BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only
Download (518kB) | Request a copy
18. BAB 5.pdf
Download (304kB)
19. BAB 6.pdf
Restricted to Registered users only
Download (270kB) | Request a copy
20. Daftar pustaka.pdf
Download (274kB)
21. Lampiran.pdf
Download (1MB)
Kata Kunci
Abstract
Fraktur tibia plateau merupakan salah satu jenis fraktur ekstremitas bawah yang sering terjadi akibat trauma tumpul, seperti kecelakaan lalu lintas atau cedera olahraga. Pasien pasca operasi fraktur umumnya mengalami keterbatasan dalam bergerak akibat nyeri, penurunan kekuatan otot, dan ketakutan untuk melakukan pergerakan, yang berisiko menimbulkan gangguan mobilitas fisik. Jika tidak segera ditangani, gangguan ini dapat menyebabkan komplikasi seperti kontraktur, atrofi otot, kekakuan sendi, serta ketergantungan dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Perawat memiliki peran penting dalam mengatasi masalah ini melalui penerapan mobilisasi dini. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis penerapan mobilisasi dini dan kompres hangat pada pasien pasca operasi close fracture tibia plateau sinistra dengan gangguan mobilitas fisik. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus yang dilaksanakan selama 4 hari, dengan subjek 1 pasien pasca operasi ORIF tibia plateau sinistra. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan studi dokumentasi. Diagnosa keperawatan yang ditegakkan adalah gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan keengganan melakukan pergerakan. Intervensi utama yang diberikan adalah mobilisasi dini, serta pemberian kompres hangat dan edukasi teknik relaksasi. Hasil evaluasi keperawatan menunjukkan adanya peningkatan kekuatan otot, peningkatan ROM, penurunan nyeri dan edema, serta peningkatan kemampuan melakukan aktivitas secara mandiri. Masalah keperawatan teratasi dan pasien dinyatakan pulang (KRS). Penerapan mobilisasi dini efektif dalam meningkatkan mobilitas fisik pasien pasca operasi fraktur dan dapat menjadi intervensi standar dalam asuhan keperawatan.
| Item Type: | Undergraduate Thesis (Tugas Akhir) |
|---|---|
| Subjects: | Keperawatan > Keperawatan Medikal Bedah |
| Depositing User: | donny sashari |
| Date Deposited: | 08 May 2026 05:36 |
| Last Modified: | 08 May 2026 05:36 |
| URI: | https://repository.poltekkes-malang.ac.id/id/eprint/755 |
