NURAFRIANI, NURAFRIANI (2025) ASUHAN KEBIDANAN PADA NY. K USIA 28 TAHUN G1P0000AB000 UK 37-38 MINGGU DENGAN HIPERTENSI GESTASIONAL DI PUSKESMAS JABUNG, KABUPATEN MALANG. Tugas Akhir thesis, POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MALANG.
1. SAMPUL DEPAN.pdf
Download (50kB)
2. HALAMAN SAMPUL LUAR.pdf
Download (59kB)
3. HALAMAN SAMPUL DALAM.pdf
Download (111kB)
4.Pernyataan keaslian tulisan apri.pdf
Download (106kB)
5.Lembar persetujuan apri.pdf
Download (70kB)
6. Lembar pengesahan apri.pdf
Download (144kB)
7. KATA PENGANTAR.pdf
Download (129kB)
8. ABSTRAK INDONESIA.pdf
Download (113kB)
9. ABSTRACT INGGRIS.pdf
Download (116kB)
11. BAB I.pdf
Download (202kB)
12. BAB II.pdf
Download (364kB)
13. BAB III.pdf
Download (168kB)
14. BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Download (234kB) | Request a copy
15. BAB V.pdf
Download (110kB)
16. DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (222kB)
17. Lampiran apri.pdf
Download (886kB)
Kata Kunci
Abstract
Nurafriani (2025). Asuhan Kebidanan Pada Hipertensi Gestasional Sampai Masa Nifas DI Puskesmas Jabung Kabupaten Malang. Karya Tulis Ilmiah Studi Kasus. Program Studi Diploma Tiga Kebidanan Malang, Jurusan Kebidanan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing: Ika Yudianti, SST., M. Keb. Hipertensi gestasional adalah salah satu komplikasi kehamilan yang dapat berdampak serius terhadap ibu dan bayi, terutama jika berlanjut hingga masa nifas. Kondisi ini ditandai dengan peningkatan tekanan darah setelah usia kehamilan 20 minggu tanpa adanya proteinuria, namun dapat berkembang menjadi preeklamsia atau hipertensi persisten postpartum. Penulisan studi kasus ini bertujuan untuk mendeskripsikan kejadian hipertensi gestasional yang berlanjut hingga masa nifas serta implikasinya terhadap kesehatan ibu. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif pada seorang ibu hamil trimester ketiga yang melakukan pemeriksaan kehamilan di Puskesmas Jabung. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan pemeriksaan fisik, termasuk pengukuran Tekanan Darah (TD), kenaikan berat badan, dan status protein urin. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa ibu mengalami hipertensi gestasional (kunjungan pertama yaiu di 153/99 mmHg) dengan protein urin negatif dan BB ibu tergolong obesitas. Intervensi yang dilakukan berupa edukasi gizi, pemantauan tekanan darah, pemantauan asupan makanan dan pertumbuhan janin secara berkala, edukasi tentang obat anti hipertensi. Hasil menunjukkan bahwa ibu dengan hipertensi gestasional tetap mengalami peningkatan tekanan darah pada periode nifas, yang berisiko menimbulkan komplikasi seperti gagal organ dan sindrom HELLP. Kesimpulannya, pemantauan tekanan darah secara berkelanjutan pada ibu nifas dengan riwayat hipertensi gestasional sangat penting untuk mencegah komplikasi jangka panjang dan meningkatkan kualitas kesehatan ibu.
| Item Type: | Undergraduate Thesis (Tugas Akhir) |
|---|---|
| Subjects: | Kebidanan > Asuhan Kebidanan Kehamilan |
| Depositing User: | donny sashari |
| Date Deposited: | 07 Jul 0005 50 |
| Last Modified: | 07 May 2026 07:42 |
| URI: | https://repository.poltekkes-malang.ac.id/id/eprint/542 |
