Hubungan Tinggi Badan Orang Tua Dengan Stunting Pada Balita Usia 25-36 Bulan Di Desa Pranggang Wilayah Kerja Puskesmas Pranggang Kabupaten Kediri

Kartikawati, Lilis (2019) Hubungan Tinggi Badan Orang Tua Dengan Stunting Pada Balita Usia 25-36 Bulan Di Desa Pranggang Wilayah Kerja Puskesmas Pranggang Kabupaten Kediri. Skripsi thesis, Poltekkes Kemenkes Malang.

[thumbnail of Cover + halaman depan.pdf] Text
Cover + halaman depan.pdf

Download (519kB)
[thumbnail of Bab 1.pdf] Text
Bab 1.pdf

Download (94kB)
[thumbnail of Bab 2.pdf] Text
Bab 2.pdf

Download (192kB)
[thumbnail of Bab 3.pdf] Text
Bab 3.pdf

Download (219kB)
[thumbnail of Bab 4.pdf] Text
Bab 4.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (133kB) | Request a copy
[thumbnail of Bab 5.pdf] Text
Bab 5.pdf

Download (8kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka.pdf] Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (186kB)
[thumbnail of Lampiran.pdf] Text
Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB) | Request a copy

Kata Kunci

Tinggi badan orang tua, Stunting, Balita

Abstract

SKRD4A.0090 - NIM:P17321185056

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh yang terjadi pada balita akibat kekurangan gizi kronis terutama saat 1.000 hari pertama kehidupan. Akan tetapi stunting sebenarnya disebabkan oleh berbagai faktor komplek salah satunya terkait genetik yaitu tinggi badan orang tua. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tinggi badan orang tua dengan stunting pada balita usia 25-36 bulan di Desa Pranggang Wilayah Kerja Puskesmas Pranggang Kabupaten Kediri. Populasinya seluruh balita stunting dengan usia 25-36 bulan di Desa Pranggang dengan jumlah 36 balita, dengan sampel berjumlah 30 responden. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar observasi, hasilnya dianalisis menggunakan uji regresi logistic. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar (57%) tinggi badan ibu dalam kategori pendek dan sedangkan sebagian besar (70%) tinggi badan ayah kategori tinggi sedangkan sebagian besar (80%) stunting pada anak dalam pendek. Hasil analisis secara parsial menunjukkan bahwa tinggi badan ibu berhubungan signifikan (p=0,038) namun tinggi badan ayah tidak berhubungan signifikan dengan stunting pada anak (p=0,487). Hasil analisis simultan menunjukkan terdapat pengaruh signifikan antara tinggi badan ibu dan ayah dengan stunting pada balita usia 25-36 bulan di Desa Pranggang. Orang tua yang memiliki gen tinggi badan pendek akan mewariskan gen tersebut pada keturunannya, akan tetapi orang tua pendek yang disebabkan karena faktor gizi dan patologis maka terjadinya stunting pada balita lebih disebabkan oleh faktor lingkungan terutama nutrisi selama masa pertumbuhan balita

[error in script]
Item Type: Undergraduate Thesis (Skripsi)
Subjects: Kebidanan > Neonataus, Bayi, Balita dan Anak Prasekolah
Depositing User: pipit pipit
Date Deposited: 19 Apr 2026 28:14
Last Modified: 19 Apr 2026 09:37
URI: https://repository.poltekkes-malang.ac.id/id/eprint/329

Actions (login required)

View Item
View Item