Gambaran Risiko Ulkus Diabetikum dan Perawatan Kaki pada Pasien Diabetes Melitus di Wilayah Kerja Puskesmas Jetis

Jati, Nala Kusuma (2026) Gambaran Risiko Ulkus Diabetikum dan Perawatan Kaki pada Pasien Diabetes Melitus di Wilayah Kerja Puskesmas Jetis. Karya Tulis Ilmiah thesis, Poltekkes Kemenkes Malang.

[thumbnail of ABSTRAK.pdf] Text
ABSTRAK.pdf

Download (170kB)
[thumbnail of BAB 1.pdf] Text
BAB 1.pdf

Download (164kB)
[thumbnail of BAB 2.pdf] Text
BAB 2.pdf

Download (410kB)
[thumbnail of BAB 3.pdf] Text
BAB 3.pdf

Download (211kB)
[thumbnail of BAB 4.pdf] Text
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (288kB) | Request a copy
[thumbnail of BAB 5.pdf] Text
BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (150kB) | Request a copy
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Bibliography

Download (158kB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf - Supplemental Material

Download (822kB)

Kata Kunci

Diabetes Melitus, Risiko Ulkus, Perawatan Kaki, Instrumen Inlow, Lansia.

Abstract

Neuropati perifer dan buruknya perawatan kaki merupakan pemicu utama ulkus diabetikum pada penderita diabetes melitus (DM). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran risiko ulkus diabetikum dan perilaku perawatan kaki mandiri pada penderita DM. Desain penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei. Sampel penelitian berjumlah 30 responden anggota Prolanis di Desa Josari dan Tegalsari wilayah kerja Puskesmas Jetis yang dipilih menggunakan teknik Purposive Sampling. Instrumen yang digunakan adalah Inlow’s 60-Second Diabetic Foot Screening Tool dan kuesioner perawatan kaki mandiri. Hasil penelitian menunjukkan risiko ulkus diabetikum mayoritas responden berada pada kategori risiko rendah (53,33%), risiko sangat rendah (33,33%), dan risiko sedang (13,33%). Indikator fisik paling signifikan adalah kuku tidak terawat (90%), kulit kering (83,3%), dan keluhan kebas (76,67%). Perilaku perawatan kaki menunjukkan kategori baik (36,67%), kurang (33,33%), dan cukup (30%). Meskipun kepatuhan mencuci kaki mencapai 100%, ketidakpatuhan penggunaan pelembap mencapai 83,3% dan penggunaan alas kaki yang tidak aman mencapai 70%. Mayoritas responden memiliki risiko ulkus rendah, namun memiliki kerentanan tinggi akibat kulit kering, kebas, dan penggunaan alas kaki yang tidak layak. Saran: Puskesmas perlu mengintegrasikan skrining berkala dan edukasi demonstratif aktif yang melibatkan keluarga.

Item Type: Undergraduate Thesis (Karya Tulis Ilmiah)
Subjects: Keperawatan > Keperawatan Medikal Bedah
Divisions: Jurusan Keperawatan > Program Studi D-III Keperawatan (Amd.Kep) > Program Studi D-III Keperawatan Ponorogo
Depositing User: Wijaya wie Hardiati
Date Deposited: 10 Sep 2026 08:05
Last Modified: 10 Sep 2026 08:05
URI: https://repository.poltekkes-malang.ac.id/id/eprint/2848

Actions (login required)

View Item
View Item