Gambaran Peripheral Artery Disease (PAD) Pada Penderita Diabetes Melitus Melalui Ankle Brachial Index (ABI) Di Wilayah Kerja Puskesmas Jambon Kabupaten Ponorogo

Maydina, Cahyani (2026) Gambaran Peripheral Artery Disease (PAD) Pada Penderita Diabetes Melitus Melalui Ankle Brachial Index (ABI) Di Wilayah Kerja Puskesmas Jambon Kabupaten Ponorogo. Karya Tulis Ilmiah thesis, Poltekkes Kemenkes Malang.

[thumbnail of ABSTRAK.pdf] Text
ABSTRAK.pdf

Download (11kB)
[thumbnail of BAB 1.pdf] Text
BAB 1.pdf

Download (26kB)
[thumbnail of BAB 2.pdf] Text
BAB 2.pdf

Download (331kB)
[thumbnail of BAB 3.pdf] Text
BAB 3.pdf

Download (257kB)
[thumbnail of BAB 4.pdf] Text
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (199kB) | Request a copy
[thumbnail of BAB 5.pdf] Text
BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (10kB) | Request a copy
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Bibliography

Download (124kB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf - Supplemental Material

Download (2MB)

Kata Kunci

Diabetes Melitus, Peripheral Artety Disease (PAD), Ankle Brachial Index (ABI).

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi yang terus meningkat dan berisiko menimbulkan komplikasi, salah satunya Peripheral Artery Disease (PAD) yang seringkali bersifat asimtomatik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran PAD pada penderita diabetes melitus melalui Ankle Brachial Index (ABI) di wilayah kerja Puskesmas Jambon Kabupaten Ponorogo. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan sampel 30 orang yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara dan pengukuran ABI, kemudian dianalisis secara univariat. Hasil menunjukkan sebagian besar responden memiliki kategori normal sebanyak 63,3%. Selanjutnya, ditemukan sebagian kecil responden dengan kategori PAD ringan sebanyak 23,3%, kategori PAD sedang sebanyak 6,7% dan kategori arteri sklerotik sebanyak 6,7% serta tidak satupun kategori PAD. Meskipun sebagian besar responden berada pada kategori normal, namun beberapa responden memiliki nilai ABI abnormal. Hal ini menunjukkan bahwa penderita diabetes melitus memiliki peluang terkena PAD secara nyata. Sehingga diharapkan skrining ABI dapat dilakukan sebagai upaya deteksi dini dan pencegahan komplikasi lebih lanjut.

Item Type: Undergraduate Thesis (Karya Tulis Ilmiah)
Subjects: Keperawatan > Keperawatan Medikal Bedah
Divisions: Jurusan Keperawatan > Program Studi D-III Keperawatan (Amd.Kep) > Program Studi D-III Keperawatan Ponorogo
Depositing User: Wijaya wie Hardiati
Date Deposited: 00 Oct 0009 58:19
Last Modified: 10 Sep 2026 01:03
URI: https://repository.poltekkes-malang.ac.id/id/eprint/2764

Actions (login required)

View Item
View Item