Asuhan Keperawatan Pada Pasien Diabetes Mellitus Dengan Perfusi Perifer Tidak Efektif Di Wilayah Kerja Puskesmas Balong Kabupaten Ponorogo

Meyla, Norida (2025) Asuhan Keperawatan Pada Pasien Diabetes Mellitus Dengan Perfusi Perifer Tidak Efektif Di Wilayah Kerja Puskesmas Balong Kabupaten Ponorogo. Karya Tulis Ilmiah thesis, Poltekkes Kemenkes Malang.

[thumbnail of ABSTRAK.pdf] Text
ABSTRAK.pdf - Other

Download (39kB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf - Other

Download (85kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf - Other

Download (326kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf - Other

Download (78kB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf - Other
Restricted to Registered users only

Download (303kB) | Request a copy
[thumbnail of BAB V.pdf] Text
BAB V.pdf - Other
Restricted to Registered users only

Download (16kB) | Request a copy
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Bibliography

Download (38kB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf - Supplemental Material

Download (2MB)

Kata Kunci

Diabetes Mellitus, Perfusi Perifer Tidak Efektif, Buerger Allen Exercise

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit metabolik kronis yang prevalensinya terus meningkat, termasuk di wilayah kerja Puskesmas Balong, Kabupaten Ponorogo. Salah satu komplikasi kronis yang sering muncul pada pasien DM adalah gangguan perfusi perifer, yang ditandai dengan penurunan aliran darah ke ekstremitas bawah. Masalah keperawatan yang sering ditemukan pada pasien DM adalah perfusi perifer tidak efektif, yang berisiko menyebabkan luka diabetes hingga amputasi jika tidak ditangani dengan tepat. Gangguan ini ditandai dengan nadi perifer lemah, kaki dingin, kebas, warna kaki pucat. Diharapkan intervensi keperawatan yang tepat, seperti Buerger Allen Exercise (BAE), dapat meningkatkan sirkulasi darah perifer, mengurangi gejala, serta mencegah komplikasi lebih lanjut pada pasien DM. Intervensi ini juga diharapkan dapat diimplementasikan sebagai bagian dari program promotif dan preventif di layanan primer. Analisis asuhan keperawatan dilakukan dengan pendekatan proses keperawatan mulai dari pengkajian, penetapan diagnosa keperawatan, perencanaan, implementasi, hingga evaluasi. Hasil pengkajian menunjukkan tanda-tanda perfusi perifer tidak efektif. Implementasi BAE dilakukan selama 6 hari dan menunjukkan adanya peningkatan kekuatan nadi, warna pucat membaik serta penurunan keluhan kebas, dingin dan nyeri. Pemecahan masalah dilakukan dengan pemberian observasi perfusi perifer, pelaksanaan Buerger Allen Exercise dan edukasi. Intervensi ini terbukti efektif dan dapat direkomendasikan untuk diterapkan sebagai bagian dari asuhan keperawatan pasien DM dengan gangguan sirkulasi perifer.

Item Type: Undergraduate Thesis (Karya Tulis Ilmiah)
Subjects: Keperawatan > Keperawatan Medikal Bedah
Divisions: Jurusan Keperawatan > Program Studi D-III Keperawatan (Amd.Kep) > Program Studi D-III Keperawatan Ponorogo
Depositing User: Wijaya wie Hardiati
Date Deposited: 02 Sep 2026 06:57
Last Modified: 02 Sep 2026 06:57
URI: https://repository.poltekkes-malang.ac.id/id/eprint/2599

Actions (login required)

View Item
View Item