HUBUNGAN PERNIKAHAN DINI DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 2-5 TAHUN DI DESA SUKO JEMBER KECAMATAN JELBUK

RAHAYU, Eka Vivi (2026) HUBUNGAN PERNIKAHAN DINI DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 2-5 TAHUN DI DESA SUKO JEMBER KECAMATAN JELBUK. Skripsi thesis, Poltekkes Kemenkes Malang.

[thumbnail of Cover] Text (Cover)
COVER..pdf

Download (318kB)
[thumbnail of Bab I] Text (Bab I)
BAB I.pdf

Download (108kB)
[thumbnail of Bab II] Text (Bab II)
BAB II.pdf

Download (406kB)
[thumbnail of Bab III] Text (Bab III)
BAB III.pdf

Download (233kB)
[thumbnail of Bab IV] Text (Bab IV)
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (173kB) | Request a copy
[thumbnail of Bab V] Text (Bab V)
BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (58kB) | Request a copy
[thumbnail of Daftar Pustaka] Text (Daftar Pustaka)
DAPUS.pdf

Download (125kB)
[thumbnail of Lampiran] Text (Lampiran)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (480kB) | Request a copy

Kata Kunci

pernikahan dini, stunting, anak usia 2–5 tahun

Abstract

Latar Belakang: Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih menjadi perhatian serius di Indonesia. Berdasarkan SKI 2023, prevalensi stunting nasional mencapai 21,5%, sedangkan di Kabupaten Jember sebesar 30,4%. Salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan kejadian stunting adalah pernikahan dini. Ibu yang menikah pada usia <19 tahun umumnya belum memiliki kesiapan fisik dan reproduksi yang optimal sehingga dapat memengaruhi pertumbuhan anak. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pernikahan dini dengan kejadian stunting pada anak usia 2–5 tahun di Desa Suko Kecamatan Jelbuk. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi sebanyak 359 ibu dengan sampel 78 responden menggunakan proportional random sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, serta pengukuran usia dan tinggi badan anak, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Pada ibu yang menikah dini terdapat 16 anak stunting (20,5%) dan 8 tidak stunting (10,3%). Pada ibu yang tidak menikah dini terdapat 22 anak stunting (28,2%) dan 32 tidak stunting (41,0%). Nilai p-value sebesar 0,034 (p<0,05). Analisis koefisien kontingensi diperoleh nilai KK sebesar 0,233 yang menunjukkan keeratan hubungan lemah. Analisis: Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pernikahan dini dengan kejadian stunting pada anak usia 2–5 tahun. Nilai KK sebesar 0,233 menunjukkan keeratan hubungan yang lemah. Hal ini mengindikasikan bahwa stunting bersifat multifaktorial dan dapat dipengaruhi oleh faktor lain, seperti riwayat BBLR, anemia, pemberian ASI eksklusif, status gizi ibu, dan kondisi lingkungan. Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara pernikahan dini dengan kejadian stunting pada anak usia 2–5 tahun di Desa Suko Kecamatan Jelbuk, dengan tingkat keeratan hubungan yang lemah.

Item Type: Undergraduate Thesis (Skripsi)
Subjects: Kebidanan > Neonataus, Bayi, Balita dan Anak Prasekolah
Divisions: Jurusan Kebidanan > Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan (Str.) > Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan Jember (Str.)
Depositing User: Yeni Racmawati Yeni Racmawati
Last Modified: 11 Aug 2026 02:06
URI: https://repository.poltekkes-malang.ac.id/id/eprint/2148

Actions (login required)

View Item
View Item