“HUBUNGAN PERCEIVED BEHAVIORAL CONTROL (PBC) DENGAN PRAKTIK DIET SEHAT SEIMBANG UNTUK PENCEGAHAN DINI DIABETES MELITUS PADA REMAJA PUTRI”

YUSUF, Alvina Maulidiyah Herawati (2026) “HUBUNGAN PERCEIVED BEHAVIORAL CONTROL (PBC) DENGAN PRAKTIK DIET SEHAT SEIMBANG UNTUK PENCEGAHAN DINI DIABETES MELITUS PADA REMAJA PUTRI”. Skripsi thesis, Poltekkes Kemenkes Malang.

[thumbnail of COVER] Text (COVER)
COVER.pdf

Download (481kB)
[thumbnail of BAB 1] Text (BAB 1)
BAB 1.pdf

Download (221kB)
[thumbnail of BAB 2] Text (BAB 2)
BAB 2.pdf

Download (619kB)
[thumbnail of BAB 3] Text (BAB 3)
BAB 3.pdf

Download (349kB)
[thumbnail of BAB 4] Text (BAB 4)
BAB 4.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (326kB) | Request a copy
[thumbnail of BAB 5] Text (BAB 5)
BAB 5.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (149kB) | Request a copy
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA] Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (186kB)
[thumbnail of LAMPIRAN] Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Kata Kunci

Diabetes Melitus Tipe 2, Perceived Behavioral Control (PBC), Pencegahan dini, Praktik diet sehat seimbang, Remaja putri

Abstract

Pendahuluan: Pola makan tidak sehat pada remaja putri dapat meningkatkan risiko Diabetes Melitus Tipe 2 di kemudian hari. Berdasarkan data di lokasi penelitian, 40,0% remaja putri mengonsumsi minuman manis dan 34,4% mengonsumsi makanan manis dengan frekuensi yang berisiko. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa praktik diet sehat seimbang belum optimal. Rendahnya praktik diet sehat seimbang diduga berkaitan dengan rendahnya Perceived Behavioral Control (PBC), sehingga perlu diteliti hubungannya sebagai upaya pencegahan dini Diabetes Melitus Tipe 2. Metode: Penelitian korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sebanyak 105 responden diambil dari 142 populasi menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Data diperoleh menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan uji Spearman rank dengan tingkat signifikansi <0,05. Hasil: Persentase terbesar Perceived Behavioral Control (PBC) berada pada kategori sedang (77,1%) dan praktik diet sehat seimbang pada kategori cukup (65,7%). Analisis: Terdapat hubungan yang bermakna antara Perceived Behavioral Control (PBC) dengan praktik diet sehat seimbang (p=0,000; r=0,443) dengan kekuatan hubungan sedang dan arah hubungan positif. Diskusi: Perceived Behavioral Control (PBC) yang lebih kuat cenderung berkaitan dengan praktik diet sehat seimbang yang lebih baik. Namun, praktik diet sehat seimbang kemungkinan juga dipengaruhi oleh faktor lain di luar Perceived Behavioral Control (PBC), baik faktor personal, interpersonal maupun lingkungan.

Item Type: Undergraduate Thesis (Skripsi)
Subjects: Kebidanan > Promosi Kesehatan
Divisions: Jurusan Kebidanan > Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan (Str.) > Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan Jember (Str.)
Depositing User: Yeni Racmawati Yeni Racmawati
Date Deposited: 01 Mar 2026 36
Last Modified: 03 Aug 2026 01:36
URI: https://repository.poltekkes-malang.ac.id/id/eprint/2137

Actions (login required)

View Item
View Item