Hubungan Frekuensi Aktivitas Seksual Terhadap Kejadian Ketuban Pecah Dini Di Kamar Bersalin Puskesmas Kotaanyar

AFRILIANDHANI, Briana Elvira (2026) Hubungan Frekuensi Aktivitas Seksual Terhadap Kejadian Ketuban Pecah Dini Di Kamar Bersalin Puskesmas Kotaanyar. Skripsi thesis, Poltekkes Kemenkes Malang.

[thumbnail of Cover] Text (Cover)
cover dkk new.pdf

Download (618kB)
[thumbnail of Bab 1] Text (Bab 1)
bab 1.pdf

Download (232kB)
[thumbnail of Bab 2] Text (Bab 2)
bab 2.pdf

Download (215kB)
[thumbnail of Bab 3] Text (Bab 3)
bab 3.pdf

Download (270kB)
[thumbnail of Bab 4] Text (Bab 4)
bab 4.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (197kB) | Request a copy
[thumbnail of Bab 5] Text (Bab 5)
bab 5.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (100kB) | Request a copy
[thumbnail of Daftar Pustaka] Text (Daftar Pustaka)
daftar pustaka.pdf

Download (220kB)
[thumbnail of Lampiran] Text (Lampiran)
lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (891kB) | Request a copy

Kata Kunci

Ketuban Pecah Dini, Aktivitas Seksual, Trimester Ketiga.

Abstract

Latar Belakang: Ketuban Pecah Dini (KPD) merupakan komplikasi kehamilan yang meningkatkan risiko infeksi maternal dan neonatal, persalinan prematur, serta morbiditas dan mortalitas perinatal. Salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan KPD adalah frekuensi aktivitas seksual pada trimester ketiga kehamilan yang dapat meningkatkan rangsangan kontraksi uterus dan tekanan pada serviks.Tujuan: Menganalisis hubungan frekuensi aktivitas seksual pada trimester ketiga dengan kejadian Ketuban Pecah Dini di Ruang Bersalin Puskesmas Kotaanyar.Metode: Penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional dilakukan pada 77 ibu bersalin yang dipilih menggunakan accidental sampling.Variabel independen adalah frekuensi aktivitas seksual (skala ordinal), sedangkan variabel dependen adalah kejadian KPD (skala nominal). Data dikumpulkan melalui wawancara dan lembar observasi, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan α = 0,05.Hasil: Sebanyak 40 responden (51,9%) melakukan aktivitas seksual kategori sering dan 38 responden (49,4%) mengalami KPD. Pada kelompok aktivitas seksual sering, 28 responden (70,0%) mengalami KPD, sedangkan pada kelompok jarang hanya 10 responden (27,0%). Hasil uji ChiSquare menunjukkan nilai p = 0,001 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara frekuensi aktivitas seksual pada trimester ketiga dengan kejadian KPD. Kesimpulan: Frekuensi aktivitas seksual pada trimester ketiga berhubungan signifikan dengan kejadian KPD. Edukasi mengenai aktivitas seksual yang aman selama kehamilan perlu ditingkatkan sebagai upaya pencegahan KPD.

Item Type: Undergraduate Thesis (Skripsi)
Subjects: Kebidanan > Asuhan Kebidanan Persalinan
Divisions: Jurusan Kebidanan > Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan (Str.) > Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan Jember (Str.)
Depositing User: Yeni Racmawati Yeni Racmawati
Date Deposited: 31 Jul 2026 10:10
Last Modified: 31 Jul 2026 06:13
URI: https://repository.poltekkes-malang.ac.id/id/eprint/2121

Actions (login required)

View Item
View Item