HUBUNGAN USIA IBU HAMIL DENGAN KEJADIAN ABORTUS DI PUSKESMAS KOTAANYAR KABUPATEN PROBOLINGGO

PRAWISTI, Winggar (2026) HUBUNGAN USIA IBU HAMIL DENGAN KEJADIAN ABORTUS DI PUSKESMAS KOTAANYAR KABUPATEN PROBOLINGGO. Skripsi thesis, Poltekkes Kemenkes Malang.

[thumbnail of Cover] Text (Cover)
COVER.pdf

Download (611kB)
[thumbnail of Bab 1] Text (Bab 1)
BAB 1.pdf

Download (332kB)
[thumbnail of Bab 2] Text (Bab 2)
BAB 2.pdf

Download (423kB)
[thumbnail of Bab 3] Text (Bab 3)
BAB 3.pdf

Download (380kB)
[thumbnail of Bab 4] Text (Bab 4)
BAB 4.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (257kB) | Request a copy
[thumbnail of Bab 5] Text (Bab 5)
BAB 5.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (262kB) | Request a copy
[thumbnail of Daftar Pustaka] Text (Daftar Pustaka)
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (256kB)
[thumbnail of Lampiran] Text (Lampiran)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy

Kata Kunci

usia kehamilan, abortus, Puskesmas Kotaanyar

Abstract

Latar Belakang : Abortus merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang masih menjadi penyebab tingginya morbiditas ibu. Salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan kejadian abortus adalah usia ibu hamil. Kehamilan pada usia kurang dari 20 tahun dan lebih dari 35 tahun memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi dibandingkan usia reproduksi sehat (20–35 tahun). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan usia ibu hamil dengan kejadian abortus di Puskesmas Kotaanyar Kabupaten Probolinggo. Metode : Desain penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional dan case-control. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Kotaanyar tahun 2025. Total sampel adalah 70 ibu hamil yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data diperoleh dari rekam medik ibu hamil periode Januari-Desember 2025. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 36 ibu hamil usia risiko tinggi (51,4%) mengalami abortus dan 34 ibu hamil usia resiko rendah (48,6%) tidak mengalami abortus . Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value = 0,000 (p < 0,05), sehingga terdapat hubungan yang signifikan antara usia ibu hamil dengan kejadian abortus. Kesimpulan : Ada hubungan yang signifikan antara usia ibu hamil dengan kejadian abortus di Puskesmas Kotaanyar Kabupaten Probolinggo. Saran: Tenaga kesehatan diharapkan meningkatkan edukasi, deteksi dini kehamilan berisiko, serta kualitas pelayanan Antenatal Care (ANC) untuk menurunkan kejadian abortus.

Item Type: Undergraduate Thesis (Skripsi)
Subjects: Kebidanan > Gizi dan Kesehatan Reproduksi
Divisions: Jurusan Kebidanan > Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan (Str.) > Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan Jember (Str.)
Depositing User: Yeni Racmawati Yeni Racmawati
Date Deposited: 31 Jul 2026 05:19
Last Modified: 31 Jul 2026 05:19
URI: https://repository.poltekkes-malang.ac.id/id/eprint/2120

Actions (login required)

View Item
View Item