Salsabila, Devita Mahardika (2026) IMPLEMENTASI STORYTELLING DAN PLAY THERAPY UNTUK MENURUNKAN KEJADIAN GERAKAN TUTUP MULUT (GTM) PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GRIBIG KOTA MALANG. Tugas Akhir thesis, Poltekkes Kemenkes Malang.
2. cover luar.pdf - Submitted Version
Restricted to Registered users only until 16 July 2030.
Download (97kB) | Request a copy
hard cover kti.pdf - Submitted Version
Download (52kB)
3. cover dalam.pdf - Submitted Version
Download (97kB)
ttd keaslian tulisan.pdf - Submitted Version
Download (202kB)
ttd lembar persetujuan.pdf - Submitted Version
Download (173kB)
LEMBAR PENGESAHAN KTI.pdf - Submitted Version
Download (75kB)
kata pengantar.pdf - Submitted Version
Download (148kB)
abstrak b.indo.pdf - Submitted Version
Download (88kB)
abstrak b.inggris.pdf - Submitted Version
Download (88kB)
BAB I.pdf - Submitted Version
Download (157kB)
BAB II.pdf - Submitted Version
Download (288kB)
BAB III.pdf - Submitted Version
Download (177kB)
BAB IV.pdf - Submitted Version
Restricted to Registered users only until 24 July 2030.
Download (206kB) | Request a copy
BAB V.pdf - Submitted Version
Restricted to Registered users only until 24 July 2030.
Download (91kB) | Request a copy
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Submitted Version
Download (88kB)
Kata Kunci
Abstract
Gerakan Tutup Mulut (GTM) merupakan salah satu masalah perilaku makan yang
sering terjadi pada balita dan dapat berdampak pada pemenuhan kebutuhan nutrisi
serta pertumbuhan anak. Secara nasional, lebih dari 40% balita di Indonesia atau
sekitar 10 juta anak pernah mengalami GTM, baik dalam bentuk penolakan makan
sebagian maupun total. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perubahan
tingkat kejadian GTM pada balita sebelum dan sesudah diberikan intervensi
storytelling dan play therapy. Penelitian menggunakan desain studi kasus dengan
dua subjek balita yang mengalami GTM. Pengumpulan data dilakukan melalui
wawancara dengan orang tua dan observasi perilaku makan selama lima hari
intervensi. Storytelling diberikan menggunakan buku cerita bertema makanan
sehat, sedangkan play therapy dilakukan melalui permainan edukatif seperti
bermain peran sebagai koki kecil, menyuapi boneka, dan menyusun puzzle. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa kedua subjek mengalami GTM sebelum intervensi
dengan skor keberhasilan makan 0%. Setelah diberikan storytelling dan play
therapy selama lima hari, skor meningkat menjadi 100% pada kedua subjek.
Perubahan tersebut ditandai dengan meningkatnya penerimaan makanan,
berkurangnya perilaku penolakan makan, serta terciptanya suasana makan yang
lebih nyaman dan menyenangkan. Dapat disimpulkan bahwa storytelling dan play
therapy berpotensi menjadi intervensi nonfarmakologis yang efektif dalam
mengatasi GTM pada balita. Diharapkan penelitian selanjutnya dapat
mengembangkan metode yang bervariasi dengan berbagai media, seperti boneka
maupun aksesoris pendukung lainnya agar lebih menarik, interaktif, dan mudah
diterapkan
Kata kunci : Gerakan Tutup Mulut (GTM), Storytelling, Play Therapy, Balita
| Item Type: | Undergraduate Thesis (Tugas Akhir) |
|---|---|
| Subjects: | Keperawatan > Keperawatan Anak Keperawatan > Keperawatan Keluarga |
| Depositing User: | Dini Suryani Kirana |
| Date Deposited: | Jun 0054 |
| Last Modified: | 24 Jul 2026 08:54 |
| URI: | https://repository.poltekkes-malang.ac.id/id/eprint/2057 |
