PERUBAHAN TINGKAT NYERI PADA PASIEN FRAKTUR YANG MELAKUKAN TERAPI RELAKSASI NAFAS DALAM DI IGD RSUD dr. SOEDONO MADIUN

Cahyaningtyas, Aida Imaniar (2024) PERUBAHAN TINGKAT NYERI PADA PASIEN FRAKTUR YANG MELAKUKAN TERAPI RELAKSASI NAFAS DALAM DI IGD RSUD dr. SOEDONO MADIUN. Laporan Akhir thesis, Poltekkes Kemenkes Malang.

[thumbnail of AWAL.pdf] Text
AWAL.pdf

Download (322kB)
[thumbnail of BAB 1.pdf] Text
BAB 1.pdf

Download (131kB)
[thumbnail of BAB 2.pdf] Text
BAB 2.pdf

Download (158kB)
[thumbnail of BAB 3.pdf] Text
BAB 3.pdf

Download (174kB)
[thumbnail of BAB 4.pdf] Text
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (192kB) | Request a copy
[thumbnail of BAB 5.pdf] Text
BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (123kB) | Request a copy
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (187kB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (578kB) | Request a copy

Kata Kunci

fraktur, nyeri, teknik relaksasi nafas dalam

Abstract

2024 KEPERAWATAN GAWAT DARURAT

Nyeri menyebabkan rasa tidak nyaman karena rusaknya kontinuitas
jaringan pada pasien fraktur, apabila tidak ditangani dapat menyebabkan gangguan pada sistem organ tubuh lainnya. Nyeri dapat dikontrol melalui terapi farmakologi dan non-farmakologi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui perubahan
tingkat nyeri pada pasien fraktur yang melakukan terapi non-farmakologi salah satunya adalah terapi relaksasi nafas dalam. Desain penelitian yang digunakan adalah pra eksperimental. Sampel penelitian ini ada 30 responden dengan menggunakan teknik purposive sampling. Waktu pengumpulan data tanggal 13
Februari – 16 Maret 2024 di ruang IGD RSUD dr. Soedono Madiun. Instrumen penelitian ini berupa pengukuran tingkat nyeri yang menggunakan skala Numeric Rating Scale. Hasil penelitian menunjukkan setelah dilakukan terapi relaksasi nafas
dalam penurunan tingkat nyeri pada pasien fraktur sangat signifikan, dibuktikan dengan nilai Uji Wilcoxon Signed Rank Test 0,000 (<0,005). Berdasarkan pada tingkat nyeri pasien setelah terapi, nyeri berat yang semula dialami 15 responden
(50%) turun menjadi 2 responden (7%). Penurunan ini dapat dipengaruhi oleh konsistensi dan kesungguhan responden saat melakukan teknik relaksasi nafas dalam. Relaksasi nafas dalam dapat menjadi terapi penunjang yang dipadukan
dengan terapi farmakologis, sehingga nyeri pasien fraktur tetap terkendali dari komplikasi.

[error in script]
Item Type: Undergraduate Thesis (Laporan Akhir)
Subjects: Keperawatan > Keperawatan Gawat Darurat dan Manajemen Bencana
Depositing User: Rachmi Septiviana
Date Deposited: 11 Mar 2026 07:00
Last Modified: 11 Mar 2026 07:00
URI: https://repository.poltekkes-malang.ac.id/id/eprint/191

Actions (login required)

View Item
View Item