DAMPAK TERAPI MUSIK TERHADAP PERUBAHAN HALUSINASI PENDENGARAN PADA PASIEN GANGGUAN JIWA DI RUMAH SAKIT RADJIMAN WEDIODININGRAT LAWANG

Restyani, Intan Anindya (2025) DAMPAK TERAPI MUSIK TERHADAP PERUBAHAN HALUSINASI PENDENGARAN PADA PASIEN GANGGUAN JIWA DI RUMAH SAKIT RADJIMAN WEDIODININGRAT LAWANG. Laporan Akhir thesis, Poltekkes Kemenkes Malang.

[thumbnail of PENDAHULUAN.pdf] Text
PENDAHULUAN.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of BAB 1.pdf] Text
BAB 1.pdf

Download (386kB)
[thumbnail of BAB 2.pdf] Text
BAB 2.pdf

Download (536kB)
[thumbnail of BAB 3.pdf] Text
BAB 3.pdf

Download (510kB)
[thumbnail of BAB 4.pdf] Text
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (558kB) | Request a copy
[thumbnail of BAB 5.pdf] Text
BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (262kB) | Request a copy
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (379kB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy

Kata Kunci

Terapi Musik, Halusinasi Pendengaran

Abstract

2025 Keperawatan jiwa

Latar Belakang: Halusinasi Pendengaran merupakan salah sau gejala utama pada partisipan dengan gangguan jiwa dimana seseorang mendengarkan suara tanpa ada stimulus nyata yang sering kali bersifat menyuruh, menghina, dan mengancam. Selain terapi generalis terdapat berbagai cara lain untuk mengurangi halusinasi pasien, salah satunya mendengarkan musik. Tujuan Penelitian: Mengetahui dampak terapi musik terhadap perubahan halusinasi pendengaran pada pasien gangguan jiwa di Rumah Sakit Radjiman Wediodiningrat Lawang. Metode Penelitian: Desain penelitian ini menggunakan metode studi kasus. Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Sakit Radjiman Wediodiningrat Lawang pada tanggal 20 Januari -15 Maret 2025 dengan 5 partisipan yang terdiagnosis halusinasi pendengaran. Pengumpulan data melalui wawancara dan observasi langsung. Hasil Penelitian: Menunjukkan bahwa terapi musik mempunyai dampak terhadap perubahan halusinasi pendengaran yang terbukti bahwa 2 partisipan sudah tidak mengalami halusinasi dan 3 partisipan mengatakan suara samar, tidak bermakna dan mulai menunjukkan perubahan ke tingkat 2 dimana pasien menyadari bahwa suara tidak nyata dan bisa mengabaikan. Diskusi: Penelitian ini menunjukkan bahwa, meskipun partisipan dengan hasil perubahan halusinasi pendengaran yang berbeda namun, saat dilakukan terapi musik halusinasi parisipan teralih oleh suara musik. Kesimpulan: Terapi musik memberikan dampak positif terhadap perubahan halusinasi pendengaran pada partisipan, sehingga dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif terapi nonfarmakologi yang layak dipertimbangkan dalam penanganan halusinasi pendengaran.

[error in script]
Item Type: Undergraduate Thesis (Laporan Akhir)
Subjects: Keperawatan > Keperawatan Jiwa
Depositing User: Rachmi Septiviana
Date Deposited: 27 Feb 2026 14:14
Last Modified: 27 Feb 2026 14:14
URI: https://repository.poltekkes-malang.ac.id/id/eprint/134

Actions (login required)

View Item
View Item