HARDAN, TESSALONICA ANANDA (2024) PENGARUH PENDAMPINGAN GIZI TERHADAP TINGKAT KONSUMSI ENERGI DAN PROTEIN SERTA KENAIKAN BERAT BADAN BALITA GIZI KURANG 12-59 BULAN DI KELURAHAN KARANGBESUKI, KECAMATAN SUKUN, KOTA MALANG. Tugas Akhir thesis, POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MALANG.
1. COVER SAMPUL LUAR.pdf
Download (76kB)
2. COVER LUAR.pdf
Download (56kB)
3. COVER DALAM.pdf
Download (57kB)
4. LEMBAR PERNYATAAN KEASLIAN.pdf
Download (52kB)
5. LEMBAR PERSETUJUAN.pdf
Download (95kB)
6. LEMBAR PENGESAHAN.pdf
Download (159kB)
7. IDENTITAS TIM PENGUJI.pdf
Download (102kB)
8. KATA PENGANTAR.pdf
Download (81kB)
9. DAFTAR ISI.pdf
Download (78kB)
10. DAFTAR TABEL.pdf
Download (84kB)
11. DAFTAR GAMBAR.pdf
Download (27kB)
12. DAFTAR LAMPIRAN.pdf
Download (28kB)
13. ABSTRAK INDONESIA.pdf
Download (31kB)
14. ABSTRACT INGGRIS.pdf
Download (31kB)
15. BAB I.pdf
Download (118kB)
16. BAB II.pdf
Download (95kB)
17. BAB III.pdf
Download (174kB)
18. BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Download (303kB) | Request a copy
19. BAB V.pdf
Restricted to Registered users only
Download (39kB) | Request a copy
20. DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (97kB)
21. LAMPIRAN.pdf
Download (16MB)
Kata Kunci
Abstract
Latar Belakang: Gizi kurang adalah kondisi di mana z-score lebih dari -2 SD atau berat badan balita tidak sesuai dengan tinggi badan. Hasil penimbangan pada bulan Juni 2023 balita gizi kurang 12-59 bulan menurut BB/TB dengan Z-score 3SD s/d -2 SD di Kelurahan Karangbesuki sebanyak 31 balita. Dampak yang terjadi akibat gizi kurang adalah mengalami penurunan daya ekspolasi terhadap lingkungan, kurang bergaul, kurang perasaan gembira, dan cenderung menjadi apatis. Faktor yang mempengaruhi terjadinya balita gizi kurang, diantaranya yaitu faktor asupan nutrisi, pendapatan keluarga, riwayat penyakit infeksi, status kelengkapan imunisasi, dan pemberian ASI eksklusif. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian dengan jenis quasi eksperimental dengan rancangan Two Group Pre-test dan Post-test design. Penelitian ini dilakukan pada dua kelompok yaitu kelompok kontrol dan kelompok eksperiman. Kelompok eksperimen diberi perlakuan berupa booklet dan pendampingan gizi yaitu konseling sedangkan kelompok kontrol hanya diberi booklet. Tingkat konsumsi energi, tingkat konsumsi protein, dan kenaikan berat badan diteliti sebelum pendampingan gizi dan setelah pendampingan gizi. Hasil Penelitian: Terdapat pengaruh yang signifikan antara konsumsi energi pada kelompok perlakuan (p=0,005) dan kelompok kontrol (p=0,005) dan kenaikan berat badan pada kelompok perlakuan (p=0,006) dan kelompok kontrol (p=0,005) sebelum dan sesudah diberikan pendampingan gizi. Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara konsumsi protein sebelum dan sesudah diberikan pendampingan gizi pada kelompok perlakuan (p=0,093) dan kelompok kontrol (p=0,074). Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara konsumsi energi balita pada kelompok perlakuan (p=0,880) dan kontrol (p=0,112) dan antara konsumsi protein pada kelompok perlakuan (p=0,650) dan kontrol (p=0,762) sebelum dan sesudah diberikan pendampingan. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kenaikan berat badan balita pada kelompok perlakuan dan kontrol sebelum diberikan pendampingan (p=0,063). Terdapat perbedaan yang signifikan antara kenaikan berat badan balita pada kelompok perlakuan dan kontrol sesudah diberikan pendampingan (p=0,049). Kesimpulan: Terdapat pengaruh pendampingan gizi terhadap tingkat konsumsi energi dan kenaikan berat badan pada balita gizi kurang 12-59 bulan di kelurahan Karangbesuki, Kecamatan Sukun, Kota Malang.
| Item Type: | Undergraduate Thesis (Tugas Akhir) |
|---|---|
| Subjects: | Gizi > Gizi Anak |
| Depositing User: | donny sashari |
| Date Deposited: | Jun 2026 |
| Last Modified: | 04 Jun 2026 09:12 |
| URI: | https://repository.poltekkes-malang.ac.id/id/eprint/1208 |
