SAFITRI, DEWI (2024) GAMBARAN PEMBERIAN ASI DAN STATUS GIZI BALITA DI DESA BULUKANDAN KABUPATEN PASURUAN. Tugas Akhir thesis, POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MALANG.
2. COVER DALAM.pdf
Download (419kB)
1.COVER DEPAN.pdf
Download (398kB)
5.SURAT PERNYATAAN.pdf
Download (375kB)
4.LEMBAR PENGESAHAN.pdf
Download (376kB)
6.ABSTRAK INDONESIA.pdf
Download (82kB)
6.ABSTRAK INGGRIS.pdf
Download (376kB)
8. DAFTAR ISI.pdf
Download (416kB)
7.KATA PENGANTAR.pdf
Download (430kB)
9. DAFTAR GAMBAR.pdf
Download (373kB)
10. DAFTAR LAMPIRAN.pdf
Download (374kB)
11. BAB 1.pdf
Download (384kB)
12. BAB 2.pdf
Download (610kB)
13. BAB 3.pdf
Download (491kB)
14. BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only
Download (478kB) | Request a copy
15. BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only
Download (376kB) | Request a copy
16. DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (615kB)
17. LAMPIRAN.pdf
Download (989kB)
3.HALAMAN PERSETUJUAN.pdf
Download (374kB)
Kata Kunci
Abstract
GAMBARAN PEMBERIAN ASI DAN STATUS GIZI BALITA DI DESA BULUKANDANG KABUPATEN PASURUAN ASI memberi semua energi dan zat gizi (nutrisi) yang dibutuhkan bayi. Hasil pra survey yang dilakukan pada tanggal 16 Mei 2024 di Wilayah Desa Bulukandang terdapat sebanyak 6 bayi usia 0 – 6 bulan dansebanyak 9 bayi usia 6-24 bulan. Hasil kuisioner terhadap 15 Ibu baduta di usia 0 - 24 bulan didapati hasil bayi yang mendapatkan imd sebanyak 87% sedangkan bayi yang tidak mendapatkan IMD sebesar 13%. Secara keseluruhan bayi usia 0 sampai 6 bulan yang mendapatkan ASI secara eksklusif sebesar 50% dan bayi yang tidak mendapatkan ASI eksklusif sebesar 50% . Pada baduta dengan usia 6 sampai 24 bulan yang masih diberikan ASI sebesar 11% dan yang sudah tidak diberikan ASI sebesar 89%. Dengan sampel sebanyak 15% diambil dengan sistem random sampling kemudian dan data diambil dengan menggunakan kuisioner. Pada penilaian status gizi baduta diukur berat badan dan panjang badan baduta kemudian hasil pengukuran diolah menggunakan aplikasi WHO anthro plus kemudian data dikelompokkan berdasarkan kategori status gizi BB/PB diketahui hasil baduta yang memiliki status gizi baik sebesar 93% dan badutnya dengan status gizi kurang sebesar 7%. Kategori status gizi berdasarkan BB/U didapati hasil yang memiliki status gizi normal sebesar 87%, status gizi dengan berat badan kurang sebanyak 6% dan risiko berat badan lebih sebesar 7%. 87 sedangkan kategori status gizi berdasarkan PB/U didapatkan hasil status gizi normal sebesar 64% status gizi pendek 7% dan sangat pendek sebesar 20% . Inisiasi Menyusu Dini (IMD) merupakan proses membiarkan bayi menyusu sendiri segera setelah dilahirkan dan disusui selama satu jam atau lebih. Prinsipnya, IMD merupakan kontak langsung antara kulit ibu dan kulit bayi, bayi ditengkurapkan di dada atau di perut ibu selekas mungkin setelah seluruh badan dikeringkan. IMD memeberikan keajaiban yang luar biasa baik bagi bayi mupun ibu Inisiasi Menyusu Dini (IMD) merupakan proses membiarkan bayi menyusu sendiri segera setelah dilahirkan dan disusui selama satu jam atau lebih. Prinsipnya, IMD merupakan kontak langsung antara kulit ibu dan kulit bayi, bayi ditengkurapkan di dada atau di perut ibu selekas mungkin setelah seluruh badan dikeringkan. IMD memeberikan keajaiban yang luar biasa baik bagi bayi mupun ibu. Disarankan kepada ibu untuk meningkatkan pemberian ASI ekslusif untuk meningkatan gizi bayi dan rutin melakukan kunjungan ke posyandu untuk pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak.
| Item Type: | Undergraduate Thesis (Tugas Akhir) |
|---|---|
| Subjects: | Gizi > Gizi Anak |
| Depositing User: | donny sashari |
| Date Deposited: | 04 Jun 2026 05:58 |
| Last Modified: | 22 Jun 2026 07:07 |
| URI: | https://repository.poltekkes-malang.ac.id/id/eprint/1168 |
