AYUNINGTYAS, DANIA DWI (2025) PENERAPAN SLOW STROKE BACK MASSAGE UNTUK MENGATASI MASALAH PENURUNAN CURAH JANTUNG DENGAN DIAGNOSA MEDIS ST ELEVASI MYOCARDIAL INFARK DI RUANG IGD RS MARDI WALUYO BLITAR. Tugas Akhir thesis, POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MALANG.
2. Cover Luar.pdf
Download (127kB)
3. Cover Dalam.pdf
Download (138kB)
4. PERNYATAAN ORISINALITAS.pdf
Download (101kB)
5. PERSETUJUAN PEMBIMBING.pdf
Download (127kB)
6. HALAMAN PENGESAHAN.pdf
Download (167kB)
7. KATA PENGANTAR.pdf
Download (146kB)
8. Abstrak Indonesia.pdf
Download (145kB)
9. Abstrak Inggris.pdf
Download (131kB)
10. DAFTAR ISI.pdf
Download (136kB)
11. BAB 1.pdf
Download (197kB)
12. BAB 2.pdf
Download (397kB)
13. BAB 3.pdf
Download (191kB)
14. BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only
Download (260kB) | Request a copy
15. BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only
Download (197kB) | Request a copy
16. BAB 6.pdf
Restricted to Registered users only
Download (152kB) | Request a copy
17. DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (196kB)
18. LAMPIRAN.pdf
Download (430kB)
Kata Kunci
Abstract
ST Elevasi Myocardial Infarction (STEMI) merupakan penyakit yang menyumbang sekitar 14,38% dari total penyebab kematian di Indonesia pada tahun 2023 yang dapat mengakibatkan penurunan curah jantung. Peran perawat dalam penanganan penurunan curah jantung juga dapat mendukung terapi medis seperti pemberian terapi komplementer yaitu Slow Stroke Back Massage (SSBM) yang bertujuan untuk mengurangi faktor pencetus dari penurunan curah jantung yaitu ketegangan dan kecemasan pasien. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus, dengan pendekatan asuhan keperawatan pada pasien. Subjek penelitian ini adalah Ny. M berusia 56 tahun dengan diagnosa medis STEMI. Data didapatkan dengan wawancara, observasi dan pemeriksaan fisik, serta studi dokumentasi di Ruang IGD RS Mardi Waluyo Blitar pada tanggal 9 September 2024. Hasil penelitian yang telah dilakukan selama 44 menit, dengan dilakukan intervensi SSBM sekali dalam durasi 10 menit, dapat mengurangi nyeri dada dari skala 6 menjadi 4, nadi membaik dari 110x/menit menjadi 104x/menit, dan tekanan darah membaik dari 191/81 mmHg menjadi 141/81 mmHg. Penerapan intervensi SSBM terbukti efektif sebagai terapi pendukung dari medis dalam mengatasi masalah penurunan curah jantung pada pasien dengan diagnosa medis STEMI. Terapi ini juga membangun hubungan terapeutik antara pasien dan perawat.
| Item Type: | Undergraduate Thesis (Tugas Akhir) |
|---|---|
| Subjects: | Keperawatan > Penyakit Tidak Menular |
| Depositing User: | donny sashari |
| Date Deposited: | 05 May 2026 29:05 |
| Last Modified: | 08 May 2026 05:29 |
| URI: | https://repository.poltekkes-malang.ac.id/id/eprint/745 |
