Asuhan Keperawatan Pasien Diabetes Mellitus dengan Risiko Disfungsi Neurovaskuler Perifer di Wilayah Kerja Puskesmas Sukosari Kecamatan Babadan Kabupaten Ponorogo

Mulyantari, Sofia Putri (2025) Asuhan Keperawatan Pasien Diabetes Mellitus dengan Risiko Disfungsi Neurovaskuler Perifer di Wilayah Kerja Puskesmas Sukosari Kecamatan Babadan Kabupaten Ponorogo. Karya Tulis Ilmiah thesis, Poltekkes Kemenkes Malang.

[thumbnail of ABSTRAK.pdf] Text
ABSTRAK.pdf

Download (202kB)
[thumbnail of BAB 1.pdf] Text
BAB 1.pdf

Download (246kB)
[thumbnail of BAB 2.pdf] Text
BAB 2.pdf

Download (651kB)
[thumbnail of BAB 3.pdf] Text
BAB 3.pdf

Download (286kB)
[thumbnail of BAB 4.pdf] Text
BAB 4.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (488kB) | Request a copy
[thumbnail of BAB 5.pdf] Text
BAB 5.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (164kB) | Request a copy
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Bibliography

Download (224kB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf - Supplemental Material

Download (2MB)

Kata Kunci

Asuhan keperawatan diabetes mellitus, Risiko disfungsi neurovaskuler perifer

Abstract

Diabetes merupakan silent killer yang ditandai dengan meningkatnya kadar glukosa darah dan kurangnya sekresi atau metabolisme insulin. Diabetes mellitus biasanya ditandai dengan gejala polifagia, polidipsi, poliuri, kesemutan hingga rasa kebas dan panas pada ekstremitas. Diabetes mellitus apabila tidak terkontrol akan menyebabkan komplikasi mikrovaskuler salah satunya, disfungsi neurovaskuler perifer. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa asuhan keperawatan pada klien diabetes mellitus dengan risiko disfungsi neurovaskuler perifer. Metode penelitian yang diterapkan deskriptif dalam bentuk studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi neurovaskuler perifer. Partisipan adalah klien Ny. S usia 67 tahun mengalami DM selama 6 tahun dan mengeluhkan kaki kebas, kesemutan, nyeri, dan mudah lelah. Diagnosa keperawatan yang diambil Risiko Disfungsi Neurovaskuler Perifer. Intervensi yang direncanakan menurut SIKI: Perawatan Sirkulasi (Senam Kaki DM) dilakukan selama 7 hari, Edukasi Perawatan Kaki dilakukan sebanyak 2 kali melalui metode ceramah dan media Poster. Implementasi dilakukan sesuai rencana selama 7 hari. Evaluasi menunjukkan bahwa didapatkan hasil risiko disfungsi neurovaskuler perifer menurun dengan skor nilai 5 (gejala akibat kerusakan large fiber dan small fiber) keduanya termasuk dalam risiko sedang, menjadi skor nilai 3 (gejala akibat kerusakan large fiber dan small fiber) risiko ringan. Kesimpulan senam kaki dan edukasi perawatan kaki dapat meningkatkan neurovaskuler perifer pada penderita diabetes mellitus. Di sarankan pada penderita diabetes mellitus untuk patuh melakukan senam kaki dan perawatan kaki.

Item Type: Undergraduate Thesis (Karya Tulis Ilmiah)
Subjects: Keperawatan > Keperawatan Medikal Bedah
Divisions: Jurusan Keperawatan > Program Studi D-III Keperawatan (Amd.Kep) > Program Studi D-III Keperawatan Ponorogo
Depositing User: Wijaya wie Hardiati
Date Deposited: 12 Feb 2026 08:43
Last Modified: 02 Sep 2026 04:26
URI: https://repository.poltekkes-malang.ac.id/id/eprint/71

Actions (login required)

View Item
View Item