QIZKIYA, LAILATUL (2025) PERBEDAAN ASUPAN ZAT GIZI MAKRO DAN MIKRO PADA REMAJA PUTRI ANEMIA DAN NORMAL DI MADRASAH ALIYAH NEGERI (MAN) KOTA BATU LAILATUL QIZKIYA RAMADHANI. Tugas Akhir thesis, POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MALANG.
1 - Awal.pdf.pdf
Download (529kB)
2 - Abstract.pdf.pdf
Download (324kB)
3 - Chapter1.pdf.pdf
Download (235kB)
4 - Chapter2.pdf.pdf
Download (500kB)
5 - Chapter3.pdf.pdf
Download (477kB)
6 - Chapter4.pdf.pdf
Restricted to Registered users only
Download (533kB) | Request a copy
7 - Conclusion.pdf.pdf
Restricted to Registered users only
Download (320kB) | Request a copy
8 - References.pdf.pdf
Download (443kB)
9 - Appendices.pdf.pdf
Download (850kB)
Kata Kunci
Abstract
Latar Belakang: Anemia merupakan salah satu masalah gizi mikro yang cukup serius dengan prevalensi tinggi di Indonesia. Rendahnya kadar hemoglobin dapat dipengaruhi oleh rendahnya asupan zat gizi makro dan mikro. Studi pendahuluan di wilayah kerja Puskesmas Sisir menunjukkan bahwa MAN Kota Batu memiliki prevalensi anemia tertinggi yaitu 20,6% siswi memiliki kadar hemoglobin <12 g/dL berdasarkan pemeriksaan kadar hemoglobin yang dilakukan oleh Puskesmas Sisir pada Desember 2024. Kondisi ini menunjukkan perlunya kajian terhadap perbedaan asupan zat gizi antara remaja putri anemia dan yang tidak anemia sebagai dasar dalam pemberian intervensi gizi yang tepat. Tujuan: Mengetahui gambaran konsumsi zat gizi makro (karbohidrat, protein, lemak) dan zat gizi mikro (zat besi dan vitamin C) serta menganalisis hubungannya dengan kejadian anemia pada remaja putri di MAN Kota Batu. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan komparatif. Sampel terdiri dari 40 remaja putri kelas 10 MAN Kota Batu yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu anemia (Hb <12 g/dL) dan tidak anemia (Hb ≥12 g/dL), masing-masing sebanyak 20 orang, dengan teknik quota sampling. Data asupan zat gizi diperoleh melalui recall 2x24 jam, lalu dianalisis menggunakan perangkat lunak Nutrisurvey dan dibandingkan dengan AKG 2019. Hasil: Sebagian besar responden memiliki asupan zat gizi makro dan mikro yang defisit. Terdapat hubungan antara asupan protein, zat besi, dan vitamin C dengan kejadian anemia. Kelompok tidak anemia memiliki rata-rata asupan zat gizi lebih tinggi dibandingkan kelompok anemia. Pola makan tidak teratur dan diet ketat tanpa pengetahuan gizi menjadi faktor penyebab defisit asupan. Kesimpulan: Konsumsi zat gizi makro dan mikro yang rendah berhubungan dengan kejadian anemia pada remaja putri. Upaya edukasi gizi dan perbaikan pola makan sangat diperlukan untuk menurunkan risiko anemia di kalangan remaja.
| Item Type: | Undergraduate Thesis (Tugas Akhir) |
|---|---|
| Subjects: | Gizi > Gizi |
| Depositing User: | donny sashari |
| Date Deposited: | 0008 |
| Last Modified: | 08 May 2026 04:53 |
| URI: | https://repository.poltekkes-malang.ac.id/id/eprint/682 |
