DIANTIRANI, IIN (2025) ANALISIS FAKTOR PENYEBAB KETERLAMBATAN ANTENATAL CARE (ANC) KUNJUNGAN PERTAMA IBU HAMIL DI TEMPAT PRAKTIK MANDIRI BIDAN K KECAMATAN WAGIR KABUPATEN MALANG. Skripsi thesis, POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MALANG.
2. COVER LUAR.pdf
Download (75kB)
3. COVER DALAM.pdf
Download (254kB)
4. LEMBAR PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN.pdf
Download (246kB)
5. LEMBAR PERSETUJUAN.pdf
Download (177kB)
6. LEMBAR PENGESAHAN.pdf
Download (183kB)
7. KATA PENGANTAR.pdf
Download (292kB)
8. ABSTRAK INDONESIA.pdf
Download (186kB)
9. ABSTRAK INGGRIS.pdf
Download (185kB)
10. DAFTAR ISI.pdf
Download (320kB)
11. BAB I.pdf
Download (326kB)
12. BAB II.pdf
Download (477kB)
13. BAB III.pdf
Download (612kB)
14. BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Download (503kB) | Request a copy
15. BAB V.pdf
Restricted to Registered users only
Download (193kB) | Request a copy
16. DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (296kB)
17. LAMPIRAN.pdf
Download (1MB)
Kata Kunci
Abstract
Rahma, Iin Diantirani. 2025. Analisis Faktor Penyebab Keterlambatan Antenatal Care (ANC) Kunjungan Awal pada Ibu Hamil di Tempat Praktik Mandiri Bidan K Wagir Kabupaten Malang. Skripsi. Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing Utama: Dr. Susi Milwati, S.Kp., M.Pd, Pembimbing Pendamping: Naimah, SKM., M.Kes. Kunjungan antenatal care pertama sebelum usia kehamilan 12 minggu membantu mendeteksi masalah kehamilan lebih awal sehingga komplikasi dapat segera ditangani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor lingkungan, faktor sosial (pengetahuan, umur, paritas, pendidikan, status pekerjaan, dan sikap), faktor budaya dan adat istiadat serta faktor ekonomi yang menyebabkan keterlambatan kunjungan pertama pada ibu hamil. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi terdiri dari 37 ibu hamil yang datang memeriksakan kehamilan saat usia >12 minggu dengan menggunakan teknik total sampling dengan besar sampel sebesar 37 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan dianalisis secara deskriptif serta dengan uji statistik path analysis. Hasil menunjukkan bahwa faktor sosial meliputi pengetahuan baik (43%), umur 20-35 tahun (75,7%), paritas 2-5 anak (59,5%), pendidikan SMP/sederajat (43%), tidak bekerja (62,2%), dan sikap positif (54,1%). Pada faktor lingkungan 56.8% ibu memiliki lingkungan positif. Faktor budaya dan adat istiadat 59.5% ibu memiliki faktor budaya dan adat istiadat positif. Faktor ekonomi baik dan cukup sebanyak 43% ibu. Path analysis menunjukkan faktor yang paling signifikan mempengaruhi keterlambatan kunjungan ANC pertama adalah faktor lingkungan serta faktor budaya dan adat istiadat. Sedangkan faktor sosial dan faktor ekonomi tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Kesimpulan: keterlambatan ANC pertama dipengaruhi faktor lingkungan serta faktor budaya dan adat istiadat. Disarankan agar petugas kesehatan memberikan program edukasi kehamilan diperkuat sejak awal menikah atau trimester pertama sehingga ibu mengetahui apa yang harus dilakukan saat baru mengetahui kehamilan.
| Item Type: | Undergraduate Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Subjects: | Kebidanan > Asuhan Kebidanan Kehamilan |
| Depositing User: | donny sashari |
| Date Deposited: | 05 Jul 2026 39:43 |
| Last Modified: | 07 May 2026 05:39 |
| URI: | https://repository.poltekkes-malang.ac.id/id/eprint/589 |
