Pramita, Jihan Pramecwari Pratjna (2020) Hubungan Antara Pola Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 25-48 Bulan di Desa Pranggang Kabupaten Kediri. Skripsi thesis, Poltekkes Kemenkes Malang.
Cover + halaman depan.pdf
Download (508kB)
Bab 1.pdf
Download (177kB)
Bab 2.pdf
Download (381kB)
Bab 3.pdf
Download (229kB)
Bab 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (280kB) | Request a copy
Bab 5.pdf
Download (87kB)
Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (6MB) | Request a copy
Kata Kunci
Abstract
SKRD4.0188 - NIM:1602460028
Stunting (kerdil) merupakan suatu keadaan dimana balita memiliki panjang atau tinggi badan yang kurang jika dibandingkan dengan umur. Data utama RISKESDAS Provinsi Jawa Timur tahun 2018, perbandingan status gizi pendek (19,89%) dan sangat pendek (12,92%) pada balita tahun 2018 dengan total 32,81% prevalensi melebihi stunting data nasional (30,8%). Faktor penyebab tidak langsung yaitu ketersediaan pangan, status gizi ibu hamil, berat badan lahir rendah, ASI eksklusif, MP-ASI. Data studi pendahuluan yang dilakukan di Puskesmas Pranggang, diruang Kesehatan Ibu Anak (KIA) dapat disimpulkan bahwa 6 dari 10 balita ada masalah pada pola pemberian MP-ASI yang tidak sesuai dengan usia balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola pemberian MP-ASI dengan kejadian stunting pada balita usia 25–48 bulan. Desain penelitian adalah penelitian analitik dengan menggunakan case control. Populasi pada penelitian ini adalah 168 balita, teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling, dan jumlah sampel 40 balita dari Desa Pranggang, yang dibagi dalam kelompok kasus (20 balita stunting), dan kelompok kontrol (20 balita tidak stunting). Sampel diperoleh melalui kunjungan rumah dan daring karena adanya kendala Covid. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar wawancara dan buku register balita. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dan uji Chi Square. Hasil uji Chi Square menunjukkan nilai p = 0,018 (p < 0,05) dan dimana χ² tabel = 3,841 dari χ² hitung 5,584 > 3,841. Keeratannya rendah dengan nilai 0,352. Dapat disimpulkan ada hubungan antara pola pemberian MP-ASI dengan kejadian stunting pada balita usia 25–48 bulan. Penelitian selanjutnya disarankan untuk dapat meneliti tentang faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting.
| Item Type: | Undergraduate Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Subjects: | Kebidanan > Neonataus, Bayi, Balita dan Anak Prasekolah |
| Depositing User: | pipit pipit |
| Date Deposited: | 24 Apr 2026 04:00 |
| Last Modified: | 24 Apr 2026 04:00 |
| URI: | https://repository.poltekkes-malang.ac.id/id/eprint/381 |
