Pengaruh IMT Terhadap Penyakit Diabetes Mellitus Tipe II Di Klub Prolanis Puskesmas Pulung

Permata, Cendani Indah (2026) Pengaruh IMT Terhadap Penyakit Diabetes Mellitus Tipe II Di Klub Prolanis Puskesmas Pulung. Karya Tulis Ilmiah thesis, Poltekkes Kemenkes Malang.

[thumbnail of ABSTRAK.pdf] Text
ABSTRAK.pdf

Download (149kB)
[thumbnail of BAB I.pdf] Text
BAB I.pdf

Download (162kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf

Download (288kB)
[thumbnail of BAB III.pdf] Text
BAB III.pdf

Download (281kB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (352kB) | Request a copy
[thumbnail of BAB V.pdf] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (163kB) | Request a copy
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Bibliography

Download (195kB)
[thumbnail of LAMPIRAN.pdf] Text
LAMPIRAN.pdf - Supplemental Material

Download (1MB)

Kata Kunci

Indeks Massa Tubuh; Diabetes Mellitus Tipe II; Obesitas

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) Tipe II merupakan masalah kesehatan global yang prevalensinya terus meningkat. Salah satu faktor risiko yang dapat dimodifikasi adalah Indeks Massa Tubuh (IMT). Peningkatan IMT sering kali dikaitkan dengan resistensi insulin yang menjadi pemicu utama DM Tipe II. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan kadar gula darah di Prolanis Puskesmas Pulung. Menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan jumlah 40 responden yang teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling, data dikumpulkan melalui pengukuran antropometri dan glukometer, lalu dianalisis menggunakan uji Pearson Chi-Square. Hasil menunjukkan mayoritas responden mengalami obesitas (45,0%) dan memiliki kadar gula darah <200 mg/dL (70,0%). Meskipun secara deskriptif kelompok obesitas memiliki persentase gula darah tinggi lebih besar (77,8%) dibanding kelompok normal (60,0%), hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value 0,479 (p > 0,05). Yaitu tidak terdapat hubungan signifikan antara IMT dengan kadar gula darah pada penelitian ini. Ketiadaan pengaruh ini secara spesifik disebabkan oleh beberapa faktor dominan lainnya: (1) IMT tidak secara akurat menggambarkan persentase lemak tubuh karena dipengaruhi massa otot, tulang, dan kandungan air; (2) pengendalian gula darah lebih dipengaruhi oleh faktor kepatuhan konsumsi obat, pola diet, dan dukungan keluarga dibandingkan status gizi semata ; serta (3) aktivitas fisik yang tetap dilakukan oleh responden obesitas dapat meningkatkan ambilan glukosa oleh otot sehingga memitigasi lonjakan gula darah.

Item Type: Undergraduate Thesis (Karya Tulis Ilmiah)
Subjects: Keperawatan > Keperawatan Medikal Bedah
Divisions: Jurusan Keperawatan > Program Studi D-III Keperawatan (Amd.Kep) > Program Studi D-III Keperawatan Ponorogo
Depositing User: Wijaya wie Hardiati
Last Modified: 16 Sep 2026 02:38
URI: https://repository.poltekkes-malang.ac.id/id/eprint/2931

Actions (login required)

View Item
View Item