Devira, Dwi Sulistyowati (2026) faktor-faktor anak pada balita stunting usia 12–59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Panti. Skripsi thesis, Poltekkes Kemenkes Malang.
cover.pdf
Download (656kB)
bab 1.pdf
Download (171kB)
bab 2.pdf
Download (233kB)
bab 3.pdf
Download (252kB)
bab 4.pdf
Download (331kB)
bab 5.pdf
Download (96kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (134kB)
lampiran.pdf
Download (6MB)
Kata Kunci
Abstract
Latar Belakang : Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia karena prevalensinya masih tinggi dan berdampak terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, serta kualitas sumber daya manusia. Berbagai faktor anak, seperti riwayat berat badan lahir rendah (BBLR), asupan gizi, riwayat penyakit infeksi, dan status imunisasi, perlu diketahui karakteristiknya sebagai dasar penyusunan upaya pencegahan stunting. Tujuan : Mengetahui gambaran faktor-faktor anak pada balita stunting usia 12–59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Panti. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan retrospektif. Penelitian dilaksanakan di Desa Panti dan Suci wilayah kerja Puskesmas Panti. Populasi penelitian sebanyak 96 balita, dengan teknik simple random sampling, dengan sampel sebanyak 77 responden. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan kuesioner, kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir setengah balita stunting berusia 12–23 bulan sebanyak 37 balita (48,1%) dan sebagian besar berjenis kelamin perempuan sebanyak 40 balita (51,9%). Berdasarkan riwayat berat badan lahir, sebagian besar tidak memiliki riwayat BBLR sebanyak 42 balita (54,5%). Sebagian besar balita memiliki asupan gizi kurang baik sebanyak 51 balita (66,2%), dan seluruh balita memiliki riwayat penyakit infeksi sebanyak 77 balita (100%), serta seluruh balita memiliki status imunisasi dasar lengkap sebanyak 77 balita (100%). Kesimpulan: Karakteristik balita stunting di wilayah kerja Puskesmas Panti didominasi oleh kelompok usia 12–23 bulan, dengan asupan gizi kurang dan riwayat penyakit infeksi sebagai karakteristik yang paling menonjol. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi dasar bagi tenaga kesehatan dalam memperkuat edukasi gizi, pencegahan penyakit infeksi, serta pemantauan pertumbuhan balita secara rutin melalui Posyandu sebagai upaya percepatan penurunan stunting.
Kata Kunci: stunting, balita, BBLR, asupan gizi, penyakit infeksi, status imunisasi.
| Item Type: | Undergraduate Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Subjects: | Gizi > Stunting |
| Depositing User: | Yeni Racmawati Yeni Racmawati |
| Date Deposited: | 02 Sep 2026 03:55 |
| Last Modified: | 02 Sep 2026 03:55 |
| URI: | https://repository.poltekkes-malang.ac.id/id/eprint/2582 |
