PERBEDAAN POLA MAKAN BERDASARKAN KELOMPOK USIA REMAJA AWAL DAN AKHIR DENGAN KEJADIAN ANEMIA DI KECAMATAN SUMBERSARI JEMBER

RAHMADANTI, Farika Novita (2026) PERBEDAAN POLA MAKAN BERDASARKAN KELOMPOK USIA REMAJA AWAL DAN AKHIR DENGAN KEJADIAN ANEMIA DI KECAMATAN SUMBERSARI JEMBER. Skripsi thesis, Poltekkes Kemenkes Malang.

[thumbnail of Cover] Text (Cover)
Text (Cover).pdf

Download (427kB)
[thumbnail of Bab 1] Text (Bab 1)
Text (BAB I).pdf

Download (171kB)
[thumbnail of Bab 2] Text (Bab 2)
Text (BAB 2).pdf

Download (451kB)
[thumbnail of Bab 3] Text (Bab 3)
Text (BAB 3).pdf

Download (355kB)
[thumbnail of Bab 4] Text (Bab 4)
Text (BAB 4).pdf
Restricted to Repository staff only

Download (326kB) | Request a copy
[thumbnail of Bab 5] Text (Bab 5)
Text (BAB 5).pdf
Restricted to Repository staff only

Download (116kB) | Request a copy
[thumbnail of Daftar Pustaka] Text (Daftar Pustaka)
Text (DAFTAR PUSTAKA).pdf

Download (159kB)
[thumbnail of Lampiran] Text (Lampiran)
Text (LAMPIRAN).pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Kata Kunci

Kejadian Anemia, Pola Makan, Remaja Akhir, Remaja Awal.

Abstract

Latar Belakang: Ketidakseimbangan pola makan pada remaja putri berpotensi meningkatkan risiko anemia. Lebih dari 50% remaja putri memiliki pola makan kurang sehat yang ditandai dengan rendahnya asupan zat gizi dan tingginya konsumsi makanan cepat saji. Kondisi ini sejalan dengan tingginya prevalensi anemia di Kabupaten Jember sebesar 41% dan di wilayah Puskesmas Sumbersari sebesar 38,5%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pola makan kelompok usia remaja awal dan akhir dengan kejadian anemia. Metode: Penelitian komparatif dengan pendekatan cross sectional pada 102 responden (48 remaja awal dan 54 remaja akhir) dari total 118 populasi dengan proportionate stratified random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pola makan dan Hb meter digital. Analisis data menggunakan uji Mann Whitney dan regresi berganda. Hasil: Remaja akhir lebih banyak memiliki pola makan kurang (42,6%) dibandingkan remaja awal (20,8%). Kejadian anemia juga lebih tinggi pada remaja akhir (50%) dibandingkan remaja awal (31,25%). Terdapat perbedaan pola makan (p=0,001) dan kejadian anemia (p=0,011) antara kedua kelompok. Analisis regresi menunjukkan pola makan dan usia berpengaruh terhadap kadar hemoglobin (p=0,000; R=0,679), dengan faktor dominan pola makan (β=0,669), sedangkan usia tidak berpengaruh signifikan (β=-0,030). Kesimpulan: Terdapat perbedaan pola makan remaja awal dan akhir dengan kejadian anemia di Kecamatan Sumbersari Jember. Pola makan kurang dan anemia lebih banyak ditemukan pada remaja akhir dibandingkan remaja awal. Pola makan lebih berpengaruh terhadap anemia dibandingkan usia. Saran: Remaja putri khususnya remaja akhir diharapkan memperbaiki pola makan dengan meningkatkan asupan zat besi dan protein, mengurangi konsumsi junk food, serta patuh konsumsi tablet tambah darah.

Item Type: Undergraduate Thesis (Skripsi)
Subjects: Kebidanan > Gizi dan Kesehatan Reproduksi
Divisions: Jurusan Kebidanan > Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan (Str.) > Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan Jember (Str.)
Depositing User: Yeni Racmawati Yeni Racmawati
Date Deposited: 10 Aug 2026 03
Last Modified: 10 Aug 2026 03:27
URI: https://repository.poltekkes-malang.ac.id/id/eprint/2282

Actions (login required)

View Item
View Item