TRIMUDYARI, CHUSNUL SONYA (2026) PENGARUH SENAM PROLANIS DAN TERAPI RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH LANSIA PESERTA PROLANIS DI PUSKESMAS TUREN. Skripsi thesis, POLTEKKES KEMENKES MALANG.
2. Cover Luar.pdf
Download (51kB)
4. Lembar Pernyataan Keaslian.pdf
Download (486kB)
5. Lembar Persetujuan.pdf
Download (229kB)
6. Lembar Pengesahan.pdf
Download (234kB)
8. Abstrak Indonesia.pdf
Download (173kB)
9. Abstract Inggris.pdf
Download (155kB)
11. BAB I.pdf
Download (194kB)
12. BAB II.pdf
Download (1MB)
13. BAB III.pdf
Download (393kB)
14. BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Download (267kB) | Request a copy
15. BAB V.pdf
Restricted to Registered users only
Download (178kB) | Request a copy
16. Daftar Pustaka.pdf
Download (231kB)
Kata Kunci
Abstract
Hipertensi merupakan penyakit kronis utama pada lansia yang berisiko memicu komplikasi kardiovaskular, sehingga diperlukan pengendalian nonfarmakologis yang efektif seperti senam Prolanis dan terapi relaksasi otot progresif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi kedua intervensi tersebut terhadap tekanan darah lansia di Puskesmas Turen, Kabupaten Malang. Desain penelitian menggunakan pra-eksperimental dengan pendekatan one group pretest–posttest. Sampel berjumlah 57 lansia hipertensi yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan uji t berpasangan (Paired t-test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan intervensi, rata-rata tekanan darah lansia masih berada pada kategori hipertensi. Setelah diberikan senam Prolanis dan terapi relaksasi otot progresif, terjadi penurunan tekanan darah pada sebagian besar responden. Analisis pengaruh menggunakan uji T berpasangan (Paired t-test) menunjukkan adanya penurunan rata-rata tekanan darah yang signifikan setelah intervensi. Tekanan darah sistolik pada MG I menurun dari 147,23 mmHg menjadi 142,40 mmHg dan pada MG II menurun dari 143,84 mmHg menjadi 138,14 mmHg (p = 0,000). Tekanan darah diastolik pada MG I menurun dari 92,25 mmHg menjadi 89,68 mmHg (p = 0,021) dan pada MG II menurun dari 91,95 mmHg menjadi 90,19 mmHg (p = 0,023). Hasil ini menunjukkan bahwa kombinasi senam Prolanis dan terapi relaksasi otot progresif berpengaruh signifikan terhadap penurunan tekanan darah lansia dengan nilai p < 0,05. Dapat disimpulkan bahwa senam Prolanis dan terapi relaksasi otot progresif berpengaruh signifikan terhadap penurunan tekanan darah lansia. Intervensi ini direkomendasikan sebagai terapi pendukung nonfarmakologis di Puskesmas. Peneliti menyarankan agar tenaga kesehatan dapat mengintegrasikan senam Prolanis dan terapi relaksasi otot progresif secara rutin sebagai upaya pengendalian tekanan darah pada lansia hipertensi.
Kata Kunci : Hipertensi, Lansia, Senam Prolanis, Relaksasi Otot Progresif, Tekanan Darah
| Item Type: | Undergraduate Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Subjects: | Keperawatan > Keperawatan Gerontik |
| Divisions: | Jurusan Keperawatan > Program Studi Sarjana Terapan Keperawatan (Str.Kep.) > Program Studi Sarjana Terapan Keperawatan Malang |
| Depositing User: | Herdhita Kharisma |
| Date Deposited: | 07 Aug 2026 07:55 |
| Last Modified: | 07 Aug 2026 07:55 |
| URI: | https://repository.poltekkes-malang.ac.id/id/eprint/2265 |
