PRATIWI, Destryani Arinda (2026) HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN KEJADIAN DISMENORE PRIMER PADA REMAJA DI POLTEKKES KEMENKES MALANG KAMPUS JEMBER. Skripsi thesis, Poltekkes Kemenkes Malang.
COVER.pdf
Download (2MB)
BAB 1 PENDAHULUAN.pdf
Download (782kB)
BAB 2 TINJAUAN TEORI.pdf
Download (372kB)
BAB 3.pdf
Download (313kB)
BAB 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (289kB) | Request a copy
BAB 5.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (183kB) | Request a copy
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (189kB)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (778kB) | Request a copy
Kata Kunci
Abstract
Latar Belakang : Dismenore primer masih menjadi masalah kesehatan reproduksi yang banyak dialami remaja dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Di Indonesia prevalensinya mencapai 84,2%, sedangkan di Jawa Timur sebesar 71,3%. Berdasarkan studi pendahuluan di Poltekkes Kemenkes Malang Kampus Jember, 4 dari 5 mahasiswi yang diwawancarai mengalami dismenore primer dan sebagian besar mengaku mengalami stres akibat tuntutan akademik. Tujuan : Mengetahui hubungan tingkat stres dengan kejadian dismenore primer pada remaja di Poltekkes Kemenkes Malang Kampus Jember. Metode : Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi 73 remaja, dengan sampel 62 remaja usia 17-21 tahun yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen berupa kuesioner NRS untuk mengukur derajat dismenore primer dan DASS-21 untuk mengukur tingkat stres. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil : Sebagian besar remaja berada pada kategori tidak stres 33 responden (53,2%) dan mengalami dismenore primer derajat nyeri berat 27 responden (43,5%). Analisis uji Spearman Rank menunjukkan nilai p=0,000 (<0,05) dan koefisien korelasi r=0,450 yang menunjukkan hubungan positif dengan kekuatan sedang. Kesimpulan : Terdapat hubungan antara tingkat stres dengan kejadian dismenore primer, semakin tinggi tingkat stres maka semakin berat derajat dismenore primer yang dialami remaja. Kondisi ini diduga terjadi karena stres memicu respons neuroendokrin yang meningkatkan produksi kortisol dan prostaglandin sehingga kontraksi uterus meningkat, dan nyeri menstruasi menjadi lebih berat. Saran : Remaja dapat beradaptasi terhadap sumber stresor melalui manajemen waktu yang baik, istirahat yang cukup, aktivitas fisik secara teratur, teknik relaksasi, serta menerapkan pola hidup sehat untuk membantu mengurangi intensitas nyeri dismenore primer.
| Item Type: | Undergraduate Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Subjects: | Kebidanan > Gizi dan Kesehatan Reproduksi |
| Divisions: | Jurusan Kebidanan > Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan (Str.) > Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan Jember (Str.) |
| Depositing User: | Yeni Racmawati Yeni Racmawati |
| Date Deposited: | 0048 |
| Last Modified: | 31 Jul 2026 05:56 |
| URI: | https://repository.poltekkes-malang.ac.id/id/eprint/2123 |
