Setyanto, Aggri Ega (2025) GAMBARAN KUALITAS TIDUR PADA PENDERITA HIPERTENSI USIA PRODUKTIF DI PUSKESMAS SUKOREJO KOTA BLITAR. Laporan Akhir thesis, Poltekkes Kemenkes Malang.
PENDAHULUAN.pdf
Download (369kB)
BAB 1.pdf
Download (149kB)
BAB 2.pdf
Download (198kB)
BAB 3.pdf
Download (188kB)
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only
Download (164kB) | Request a copy
BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only
Download (112kB) | Request a copy
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (179kB)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB) | Request a copy
Kata Kunci
Abstract
2025 Komunitas
Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyakit tidak menular (PTM) yang prevalensinya terus meningkat di Indonesia, termasuk pada kelompok usia produktif. Kualitas tidur yang buruk dapat meningkatkan tekanan darah dan memperburuk kondisi hipertensi. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui gambaran kualitas tidur penderita hipertensi dalam kelompok usia produktif guna mendukung upaya pengendalian tekanan darah dan peningkatan kualitas hidup. Tujuan Penelitian: Mengetahui gambaran kualitas tidur pada penderita hipertensi usia produktif di Puskesmas Sukorejo Kota Blitar. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah 1.829 penderita hipertensi usia 18–59 tahun di wilayah kerja Puskesmas Sukorejo. Sampel berjumlah 50 responden yang dipilih secara purposive. Kriteria inklusi adalah penderita hipertensi usia produktif (18–59 tahun), bersedia menjadi responden, dan memiliki derajat hipertensi ≥ derajat 1. Kriteria eksklusi yaitu penderita yang tidak dapat berkomunikasi dengan baik karena gangguan fisik atau psikis, dan tidak bersedia menjadi responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) yang terdiri dari 7 komponen. Analisis data dilakukan secara univariat dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil dan Pembahasan. Sebagian besar (74%) memiliki hipertensi derajat 1. Sebanyak 56% responden memiliki kualitas tidur yang buruk. Komponen PSQI menunjukkan bahwa 54% responden memiliki kualitas tidur subjektif sangat baik, 84% memiliki durasi tidur >7 jam, 82% efisiensi tidur >85%, namun 84% mengalami gangguan tidur, 76% mengalami disfungsi siang hari, dan tidak ada responden yang menggunakan obat tidur. Kesimpulan: Sebagian besar penderita hipertensi usia produktif di wilayah kerja Puskesmas Sukorejo memiliki kualitas tidur yang buruk. Intervensi terhadap faktor-faktor penyebab seperti gangguan tidur dan disfungsi aktivitas siang hari sangat diperlukan untuk mendukung pengendalian tekanan darah dan meningkatkan kualitas hidup penderita hipertensi
| Item Type: | Undergraduate Thesis (Laporan Akhir) |
|---|---|
| Subjects: | Keperawatan > Keperawatan Komunitas |
| Depositing User: | Rachmi Septiviana |
| Date Deposited: | Apr 0002 |
| Last Modified: | 04 Mar 2026 03:50 |
| URI: | https://repository.poltekkes-malang.ac.id/id/eprint/142 |
