NINGRUM, NABILA HASNA (2024) PENGARUH KOMBINASI TERAPI SLOW DEEP BREATHING DAN TERAPI RELAKSASI MUSIK MOZART TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH DAN KUALITAS TIDUR PENDERITA HIPERTENSI. Skripsi thesis, POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MALANG.
ABSTRAC INGGRIS.pdf
Download (53kB)
ABSTRAK INDONESIA.pdf
Download (118kB)
BAB I.pdf
Download (138kB)
BAB II.pdf
Download (261kB)
BAB III.pdf
Download (276kB)
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Download (493kB) | Request a copy
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only
Download (127kB) | Request a copy
COVER DALAM.pdf
Download (130kB)
COVER LUAR.pdf
Download (85kB)
DAFTAR ISI 1.pdf
Download (69kB)
DAFTAR ISI.pdf
Download (207kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (195kB)
KATA PENGANTAR.pdf
Download (124kB)
LAMPIRAN-LAMPIRAN.pdf
Download (3MB)
LEMBAR PENGESAHAN.pdf
Download (294kB)
LEMBAR PERSETUJUAN.pdf
Download (174kB)
PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN.pdf
Download (253kB)
Kata Kunci
Abstract
Hipertensi menimbulkan peningkatan tekanan darah yang gejalanya tidak nyaman. Hal tersebut berdampak pada perubahan pola tidur dan berpengaruh pada kualitas tidur, dan memperbesar risiko mengalami komplikasi yang mengancam keselamatan penderitanya. Di Indonesia, tahun 2022 berjumlah 63 juta jiwa menderita hipertensi, diprediksi terus meningkat. Oleh karena itu, penanganan tepat perlu dilakukan salah satu penanganan non-farmakologi yaitu terapi relaksasi. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui pengaruh kombinasi terapi slow deep breathing dan terapi relaksasi musik mozart terhadap perubahan tekanan darah dan kualitas tidur penderita hipertensi. Rancangan penelitian eksperimen, desain penelitian quasi eksperiment, 32 peserta dibagi menjadi dua kelompok. Uji statistik yang digunakan adalah independent T-test untuk kelompok intervensi dan kontrol, serta paired T-test untuk pretest dan posttest. Hasil menunjukkan pada kelompok intervensi, TD sistole turun dari 149,90 menjadi 140,04 dan diastole dari 85,80 menjadi 75,44 dengan (P)value 0,000 artinya ada pengaruh terapi kombinasi terhadap perubahan TD pada kelompok intervensi, tetapi pada kelompok kontrol tidak. Hasil kualitas tidur pada kelompok kontrol pretest dan postest diberikan perlakuan yaitu 7,88 dan 8,19. Skor kualitas tidur pada kelompok intervensi pretest dan postest diberikan perlakuan yaitu 7,88 dan 4,88 dengan (P)value 0,000 artinya ada pengaruh terapi kombinasi terhadap kualitas tidur pada kelompok intervensi, tetapi pada kelompok kontrol tidak.
| Item Type: | Undergraduate Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Subjects: | Keperawatan > Penyakit Tidak Menular |
| Depositing User: | donny sashari |
| Date Deposited: | 05 Jun 2026 02:28 |
| Last Modified: | 05 Jun 2026 02:28 |
| URI: | https://repository.poltekkes-malang.ac.id/id/eprint/1287 |
