KHABIB, MUHAMMAD THOHIRUN (2024) PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN SIRSAK. Tugas Akhir thesis, POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MALANG.
2. Cover Luar.pdf
Download (456kB)
3. Cover Dalam.pdf
Download (462kB)
4. Lembar Pernyataan Orisinalitas.pdf
Download (440kB)
5. Lembar Persetujuan.pdf
Download (279kB)
6. Lembar Pengesahan.pdf
Download (425kB)
7. Kata Pengantar.pdf
Download (439kB)
8. Abstrak Indonesia.pdf
Download (379kB)
9. Abstrac Inggris.pdf
Download (572kB)
10. Daftar Isi.pdf
Download (389kB)
11. BAB I.pdf
Download (504kB)
12. BAB II.pdf
Download (1MB)
13. BAB III.pdf
Download (925kB)
14. BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Download (819kB) | Request a copy
15. BAB V.pdf
Restricted to Registered users only
Download (372kB) | Request a copy
16. DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (220kB)
17. LAMPIRAN.pdf
Download (2MB)
Kata Kunci
Abstract
Latar Belakang : Kanker merupakan penyakit degeneratif yang banyak dikaitkan dengan stres oksidatif akibat paparan zat karsinogenik seperti DMBA (7,12Dimethylbenz (α) antrasen). Salah satu indikator kerusakan hati akibat stres oksidatif adalah peningkatan kadar SGPT (Serum Glutamate Pyruvate Transaminase). Daun sirsak (Annona muricata L.) diketahui mengandung senyawa flavonoid yang bersifat antioksidan dan berpotensi menurunkan kadar SGPT. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak air daun sirsak terhadap kadar SGPT tikus Wistar jantan yang diinduksi DMBA. Metode : Penelitian ini merupakan eksperimen laboratorik menggunakan rancangan acak lengkap. Sampel terdiri dari 30 ekor tikus Wistar jantan muda yang dibagi menjadi 5 kelompok : kontrol negatif (K-), kontrol positif (K+), dan tiga kelompok perlakuan (P1, P2, P3) dengan dosis ekstrak daun sirsak masingmasing 1000 mg/kgBB, 1500 mg/kgBB, dan 3000 mg/kgBB. Ekstrak diberikan selama 4 minggu secara oral bersamaan dengan induksi DMBA. Data dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis dan ANOVA satu arah. Hasil : Ekstrak daun sirsak mengandung flavonoid (kuersetin) sebesar 4,1268 mg EQ/g ekstrak. Hasil uji Kruskal-Wallis terhadap kadar SGPT menunjukkan nilai p = 0,265 (p > 0,05), yang berarti tidak terdapat perbedaan signifikan antar kelompok. Asupan makanan tidak berbeda signifikan antar kelompok (p = 0,201), sedangkan asupan minuman dan berat badan tikus menunjukkan perbedaan signifikan (p = 0,019 dan p = 0,002). Kelompok perlakuan menunjukkan tren penurunan kadar SGPT dibandingkan kontrol positif, namun belum signifikan secara statistik. Kesimpulan : Pemberian ekstrak daun sirsak belum menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap penurunan kadar SGPT tikus Wistar jantan yang diinduksi DMBA. Diperlukan penelitian lebih lanjut dengan usia tikus yang lebih matang, dan pelarut ekstraksi yang lebih optimal.
| Item Type: | Undergraduate Thesis (Tugas Akhir) |
|---|---|
| Subjects: | Gizi > Gizi Pangan |
| Depositing User: | donny sashari |
| Date Deposited: | Jun 2026 |
| Last Modified: | 04 Jun 2026 09:06 |
| URI: | https://repository.poltekkes-malang.ac.id/id/eprint/1201 |
