PUTRI, POPPY (2025) GAMBARAN KONSUMSI MAKANAN SELINGAN KEMASAN DAN MINUMAN KEMASAN PADA BALITA STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BULULAWANG. Tugas Akhir thesis, POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MALANG.
1. COVER LUAR.pdf
Download (43kB)
2. COVER DALAM.pdf
Download (161kB)
3. PERSETUJUAN PEMBIMBING.pdf
Download (195kB)
4. HALAMAN PENGESAHAN.pdf
Download (234kB)
5. HALAMAN PERNYATAAN ORISINILITAS.pdf
Download (149kB)
6. KATA PENGANTAR.pdf
Download (45kB)
7. DAFTAR ISI.pdf
Download (99kB)
8. DAFTAR TABEL.pdf
Download (44kB)
9. DAFTAR LAMPIRAN.pdf
Download (45kB)
10. ABSTRAK INDO.pdf
Download (110kB)
11. ABSTRAK INGGRIS.pdf
Download (111kB)
12. BAB 1.pdf
Download (126kB)
13. BAB 2.pdf
Download (434kB)
14. BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only
Download (142kB) | Request a copy
15. BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only
Download (229kB) | Request a copy
16. BAB 5.pdf
Download (115kB)
17. DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (185kB)
18. LAMPIRAN.pdf
Download (217kB)
Kata Kunci
Abstract
Latar Belakang: Stunting (balita pendek) merupakan suatu masalah gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu cukup lama akibat makanan yang tidak sesuai kebutuhan gizi (Fitriani, 2023). Anak balita dikatakan stunting apabila memiliki nilai Z-Score ≥-3 SD s/d <-2 SD (PMK Nomor 2 Tahun 2020). Kesukaan anak balita mengonsumsi makanan selingan kemasan dan minuman kemasan dapat menyebabkan penurunan atau inadekuat makanan utama yang bergizi. Hal ini akan menyebabkan faktor secara tidak langsung kegagalan pertumbuhan. Tujuan Penelitian: Mengetahui gambaran konsumsi makanan selingan dan minuman kemasan pada balita stunting di wilayah kerja UPT Puskesmas Bululawang, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain studi deskriptif cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan di bulan Agustus 2024. Populasi studi penelitian ini adalah balita stunting. Sampel dengan jumlah 10 balita. Hasil Penelitian: Sebanyak 10 balita stunting di Desa Gading, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang memiliki status gizi berdasarkan TB/U berada pada kategori Pendek (Stunted) dengan nilai Z-Score -3SD sd <2SD. Rerata tingkat konsumsi zat gizi makro kesepuluh balita menunjukkan konsumsi energi sangat kurang, konsumsi protein lebih, konsumsi lemak lebih, konsumsi karbohidrat seimbang antara kategori kurang dan baik. Kesepuluh balita stunting rerata mengonsumsi lebih dari ≥2 jenis makanan selingan kemasan dan minuman kemasan per hari dengan jumlah rerata konsumsi ≥2 bungkus untuk makanan selingan kemasan dan 1 botol/kemasan untuk minuman selingan. Kesimpulan: Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, sepuluh balita stunting berstatus gizi pendek di Desa Gading, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, memiliki rerata konsumsi makanan selingan kemasan lebih dari dua jenis dan satu botol atau minuman selingan kemasan per hari.
| Item Type: | Undergraduate Thesis (Tugas Akhir) |
|---|---|
| Subjects: | Gizi > Stunting |
| Depositing User: | donny sashari |
| Date Deposited: | 08 May 2026 05:10 |
| Last Modified: | 08 May 2026 05:10 |
| URI: | https://repository.poltekkes-malang.ac.id/id/eprint/696 |
