P, KHOFIFAH INDAH (2025) HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN IBU DAN TINGKAT PENDAPATAN KELUARGA TERHADAP TINGKAT KONSUMSI ZAT GIZI PADA ANAK BALITA STUNTING DI DESA PURWOSEKAR, KECAMATAN TAJINAN, KABUPATEN MALANG. Tugas Akhir thesis, POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MALANG.
2. COVER LUAR.pdf
Download (1MB)
3. COVER DALAM.pdf
Download (67kB)
4. Lembar Pernyataan Keaslian.pdf
Download (237kB)
5. Lembar Persetujuan.pdf
Download (319kB)
6. Lembar Pengesahan.pdf
Download (343kB)
7. Kata Pengantar.pdf
Download (7kB)
8. Abstrak Indonesia.pdf
Download (7kB)
9. Abstrak Inggris.pdf
Download (8kB)
10. Daftar Isi.pdf
Download (20kB)
11. BAB I.pdf
Download (212kB)
12. BAB II.pdf
Download (299kB)
13. BAB III.pdf
Restricted to Registered users only
Download (154kB) | Request a copy
14. BAB IV.pdf
Download (431kB)
15. BAB V.pdf
Restricted to Registered users only
Download (269kB) | Request a copy
16. Daftar Pustaka.pdf
Download (156kB)
17. Lampiran.pdf
Download (1MB)
Kata Kunci
Abstract
Latar Belakang: Stunting merupakan masalah gizi kronis yang memengaruhi pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan daya tahan tubuh anak. Faktor penyebabnya antara lain tingkat pendidikan ibu, pendapatan keluarga, serta konsumsi zat gizi anak yang mencakup energi, protein, lemak, karbohidrat, vitamin A, dan zat besi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan faktor-faktor tersebut dengan konsumsi gizi pada anak balita stunting di Desa Purwosekar, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang. Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan tingkat pendidikan ibu dan pendapatan keluarga dengan tingkat konsumsi zat gizi pada anak balita stunting di Desa Purwosekar. Metode Penelitian: Desain penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan crosssectional. Populasi mencakup 18 balita stunting beserta ibu mereka. Data diperoleh melalui wawancara, kuesioner, dan pengukuran status gizi, kemudian dianalisis secara deskriptif dan menggunakan cross-tab. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar anak balita memiliki tingkat konsumsi energi, vitamin A, dan zat besi pada kategori kurang, sedangkan konsumsi protein, lemak, dan karbohidrat cenderung lebih bervariasi. Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan ibu dengan konsumsi protein, lemak, vitamin A, dan zat besi, namun tidak pada energi dan karbohidrat. Pendapatan keluarga berhubungan dengan konsumsi energi dan karbohidrat, tetapi tidak selalu konsisten pada zat gizi lainnya. Kesimpulan: Tingkat pendidikan ibu dan pendapatan keluarga merupakan faktor penting yang mempengaruhi konsumsi zat gizi pada anak balita stunting, namun tidak berdiri sendiri. Faktor lain seperti pengetahuan gizi praktis, ketersediaan pangan, dan pola makan keluarga juga memiliki peranan signifikan dalam menentukan kecukupan gizi balita.
| Item Type: | Undergraduate Thesis (Tugas Akhir) |
|---|---|
| Subjects: | Gizi > Stunting |
| Depositing User: | donny sashari |
| Date Deposited: | 04 May 2026 52:10 |
| Last Modified: | 08 May 2026 04:52 |
| URI: | https://repository.poltekkes-malang.ac.id/id/eprint/679 |
