MARSHELLA, ALSYAHRA NAJWA (2025) Hubungan Eating Disorder Dengan Siklus Menstruasi Pada Remaja Putri Di SMK Kartika IV-1 Malang. Skripsi thesis, POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MALANG.
ABSTRACT INGGRIS.pdf
Download (105kB)
ABSTRAK INDONESIA.pdf
Download (112kB)
BAB I.pdf
Download (131kB)
BAB II.pdf
Download (412kB)
BAB III.pdf
Download (303kB)
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Download (248kB) | Request a copy
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only
Download (114kB) | Request a copy
COVER DALAM.pdf
Download (81kB)
COVER LUAR.pdf
Download (104kB)
DAFTAR ISI.pdf
Download (25kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (251kB)
KATA PENGANTAR.pdf
Download (116kB)
LEMBAR PENGESAHAN.pdf
Download (97kB)
LEMBAR PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN.pdf
Download (18kB)
LEMBAR PERSETUJUAN.pdf
Download (21kB)
Kata Kunci
Abstract
Marshella, Alsyahra Najwa. 2025. Hubungan Eating Disorder Dengan Siklus Menstruasi Pada Remaja Putri Di SMK Kartika IV-1 Malang. Skripsi, Pembimbing: Duhita Dyah Apsari, S.Keb., Bd., M.Kes, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Remaja putri merupakan kelompok rentan mengalami eating disorder akibat tekanan sosial terhadap citra tubuh ideal. Eating disorder yang berlangsung terusmenerus dapat mempengaruhi asupan nutrisi yang mengganggu keseimbangan hormon dan menyebabkan gangguan siklus menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan eating disorder dan siklus menstruasi pada remaja putri di SMK Kartika IV-1 Malang. Metode penelitian yaitu analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 57 remaja putri usia 15–17 tahun, dipilih menggunakan teknik purposive sampling dari total populasi 130 remaja putri. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Eating Attitude Test-26 (EAT-26) untuk menilai risiko eating disorder dan kuesioner siklus menstruasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar (63,2%) responden berisiko eating disorder dan sebagian besar (61,4%) memiliki siklus menstruasi tidak normal. Hasil uji chi-square menunjukkan hubungan signifikan eating disorder dan siklus menstruasi (p value = 0,000), dengan hampir seluruhnya (86,1%) responden berisiko eating disorder mengalami siklus menstruasi tidak normal. Ketidakseimbangan nutrisi akibat eating disorder dapat menghambat produksi hormon reproduksi seperti Gonadotropin-Releasing Hormone, Follicle-Stimulating Hormone, Luteinizing Hormone yang berperan dalam ovulasi sehingga menyebabkan ketidakteraturan siklus menstruasi. Oleh karena itu, edukasi gizi dan monitoring siklus menstruasi perlu dilakukan sebagai upaya pencegahan eating disorder, guna menjaga keseimbangan hormonal, kesehatan reproduksi, dan kesuburan remaja putri di masa mendatang.
| Item Type: | Undergraduate Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Subjects: | Kebidanan > Gizi dan Kesehatan Reproduksi |
| Depositing User: | donny sashari |
| Date Deposited: | 05 Jul 0005 54 |
| Last Modified: | 07 May 2026 05:24 |
| URI: | https://repository.poltekkes-malang.ac.id/id/eprint/565 |
