HASTUTI, INGGIT WIDHI (2025) FAKTOR RESIKO KEJADIAN INTRAOPERATIVE NAUSEA AND VOMITING PADA PASIEN SECTIO CAESAREA DENGAN ANESTESI SPINAL DI INSTALASI BEDAH SENTRAL RSUD KANJURUHAN KABUPATEN MALANG. Skripsi thesis, POLTEKKES KEMENKES MALANG.
2. COVER LUAR.pdf
Download (264kB)
4. LEMBAR PERNYATAAN ORISINALITAS.pdf
Download (203kB)
5. LEMBAR PERSETUJUAN.pdf
Download (212kB)
6. LEMBAR PENGESAHAN.pdf
Download (234kB)
8. ABSTRAK INDONESIA.pdf
Download (298kB)
10. DAFTAR ISI.pdf
Download (297kB)
11. BAB 1.pdf
Download (297kB)
12. BAB 2.pdf
Download (411kB)
14. BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only
Download (433kB) | Request a copy
15. BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only
Download (228kB) | Request a copy
16. DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (226kB)
Kata Kunci
Abstract
ABSTRAK
Mual dan muntah yang terjadi selama operasi dikenal sebagai Intraoperative Nausea and Vomiting (IONV). IONV merupakan komplikasi yang dialami pasien menjalani operasi dengan anestesi spinal, pada tindakan sectio caesarea. Kondisi ini terjadi akibat rangsangan berbagai faktor yang memicu pusat muntah di batang otak. IONV bukan hanya menyebabkan ketidak nyamanan, tetapi meningkatan risiko aspirasi, cedera visceral, perdarahan, serta memperpanjang durasi operasi. Penelitian bertujuan menganalisis hubungan faktor resiko dengan kejadian IONV pada pasien SC dengan anestesi spinal, menggunakan desain cross-sectional dengan metode analitik observasional. Populasi penelitian pasien sectio caesarea dengan anestesi spinal, teknik pengambilan sampel purposive sampling 63 responden sesuai kriteria inklusi. Variabel dependen penelitian kejadian Intraoperative Nausea and Vomiting (IONV), variabel independennya faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian IONV. Analisis data melalui analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji chi-square. Diperoleh hasil kejadian mual muntah selama operasi (IONV) dialami 29 responden (47%). Hubungan faktor resiko dengan kejadian IONV berhubungan signifikan dengan rincian: usia (p-value 0,000), riwayat mabuk perjalanan (p-value 0,000), indeks massa tubuh (IMT) (p-value 0,001), kecemasan Preoperasi (p-value 0,000), tekanan darah intraoperative (p-value 0.000), klasifikasi operasi (p-value 0,000), dan penggunaan agen uterotonik (p-value 0,000), faktor paling dominan tekanan darah intraoperative (p-value 0,000 dan carmer,s V 0.680) keeratan kuat. Sehingga faktor usia, riwayat mabuk perjalanan, IMT, Kecemasan, tekanan darah intraoperative, klasifikasi operasi, dan agen uterotonic memiliki hubungan secara signifikan dengan kejadian intraoperative nausea and vomiting. Sedangkan faktor paling dominan tekanan darah intraoperative, untuk itu diharapkan petugas kesehatan dapat memantau secara ketat perubahan tekanan darah selama operasi berlangsung setiap 5-10 menit.
Kata Kunci: Intraoperative Nausea and Vomiting, Sectio Carsarea, Anestesi Spinal
| Item Type: | Undergraduate Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Subjects: | Keperawatan > Keperawatan Medikal Bedah |
| Depositing User: | Herdhita Kharisma |
| Date Deposited: | 03 ['lib/utils:month_short_22' not defined] 0005 58:19 |
| Last Modified: | 22 May 2026 03:58 |
| URI: | https://repository.poltekkes-malang.ac.id/id/eprint/444 |
