PENGGUNAAN STORYTELLING SEBAGAI TERAPI BERMAIN DALAM UPAYA MENURUNKANKECEMASANHOSPITALISASI ANAK USIA PRASEKOLAH (3-6 TAHUN) DI RSUD NGUDI WALUYO WLINGI

Aulya, Mafaatihul Husna (2026) PENGGUNAAN STORYTELLING SEBAGAI TERAPI BERMAIN DALAM UPAYA MENURUNKANKECEMASANHOSPITALISASI ANAK USIA PRASEKOLAH (3-6 TAHUN) DI RSUD NGUDI WALUYO WLINGI. Laporan Akhir thesis, Poltekkes Kemenkes Malang.

[thumbnail of 1. COVER] Other
1. COVER

Download (516kB)
[thumbnail of 2. BAB 1] Other
2. BAB 1

Download (88kB)
[thumbnail of 3. BAB 2] Other
3. BAB 2

Download (250kB)
[thumbnail of 4. BAB 3] Other
4. BAB 3

Download (275kB)
[thumbnail of 5. BAB 4] Other
5. BAB 4
Restricted to Registered users only

Download (294kB) | Request a copy
[thumbnail of 6. BAB 5] Other
6. BAB 5
Restricted to Registered users only

Download (79kB) | Request a copy
[thumbnail of 7. DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
7. DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Registered users only

Download (151kB) | Request a copy
[thumbnail of 8. LAMPIRAN.pdf] Text
8. LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB) | Request a copy

Kata Kunci

storytelling, terapi bermain, kecemasan hospitalisasi, anak prasekolah

Abstract

Hospitalisasi pada anak usia prasekolah dapat menimbulkan kecemasan karena
anak harus beradaptasi dengan lingkungan rumah sakit, prosedur medis, dan
perpisahan dengan lingkungan bermain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
penggunaan storytelling sebagai terapi bermain dalam upaya menurunkan tingkat
kecemasan hospitalisasi anak usia prasekolah (3–6 tahun) di Ruang Arimbi RSUD
Ngudi Waluyo Wlingi. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental
dengan pendekatan one group pretest-posttest pada 30 responden yang dipilih
menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan
Hospitalization Anxiety Scale Based on Parent Perception. Pengumpulan data
dilakukan pada bulan Februari–Maret 2026. Data dianalisis menggunakan uji
paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan intervensi,
persentase tertinggi responden mengalami kecemasan berat sebesar 56,7%,
sedangkan setelah diberikan intervensi storytelling tingkat kecemasan menurun
menjadi kecemasan ringan sebesar (56,7%). Rata-rata skor kecemasan menurun
dari 36,37 menjadi 24,23. Hasil uji paired t-test menunjukkan nilai p-value sebesar
0,000 sehingga tingkat kecemasan hospitalisasi anak mengalami penurunan setelah
diberikan storytelling. Storytelling sebagai terapi nonfarmakologis perlu diterapkan
dan dikembangkan secara konsisten melalui kolaborasi dengan keluarga atau orang
tua sesuai dengan kondisi anak yang menjalani hospitalisasi.

Item Type: Undergraduate Thesis (Laporan Akhir)
Subjects: Keperawatan > Keperawatan Anak
Divisions: Jurusan Keperawatan > Program Studi D-III Keperawatan (Amd.Kep) > Program Studi D-III Keperawatan Blitar
Depositing User: Rachmi Septiviana
Date Deposited: 0009
Last Modified: 24 Sep 2026 08:43
URI: https://repository.poltekkes-malang.ac.id/id/eprint/3016

Actions (login required)

View Item
View Item