Asuhan Keperawatan Pada Pasien Diabetes Mellitus Dengan Intoleransi Aktivitas Di Puskesmas Jetis Kabupaten Ponorogo

Mucholodi, Mikko (2025) Asuhan Keperawatan Pada Pasien Diabetes Mellitus Dengan Intoleransi Aktivitas Di Puskesmas Jetis Kabupaten Ponorogo. Karya Tulis Ilmiah thesis, Poltekkes Kemenkes Malang.

[thumbnail of ABSTRAK FIKS.pdf] Text
ABSTRAK FIKS.pdf - Other

Download (155kB)
[thumbnail of BAB 1.pdf] Text
BAB 1.pdf - Other

Download (294kB)
[thumbnail of BAB II.pdf] Text
BAB II.pdf - Other

Download (560kB)
[thumbnail of BAB III-1.pdf] Text
BAB III-1.pdf - Other

Download (308kB)
[thumbnail of BAB IV.pdf] Text
BAB IV.pdf - Other
Restricted to Registered users only

Download (474kB) | Request a copy
[thumbnail of Bab 5.pdf] Text
Bab 5.pdf - Other

Download (48kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Bibliography

Download (172kB)
[thumbnail of Lampiran.pdf] Text
Lampiran.pdf - Supplemental Material

Download (1MB)

Kata Kunci

Asuhan Keperawatan, Diabetes Mellitus, Intoleransi Aktivitas

Abstract

Diabetes Mellitus adalah merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya. Tanpa adekuatnya jumlah insulin, banyak glukosa tidak dapat digunakan maka gula darah menjadi tinggi kemudian tubuh akan mengalami kelemahan dan ketidakcukupan untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis asuhan keperawatan pada pasien diabetes mellitus dengan intoleransi aktivitas di Puskesmas Jetis Kabupaten Ponorogo. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dalam bentuk studi kasus. Tehnik pengumpulan data melalui wawancara, pemeriksaan fisik, observasi, dan instrumen tingkat intoleransi aktivitas. Partisipan didapatkan subjek Ny.M yang berusia 59 tahun dengan jenis kelamin perempuan yang mengalami intoleransi aktivitas. Hasil penelitian didapatkan keluhan mudah lelah, badan terasa lemah serta tidak nyaman ketika beraktivitas. Ditemukan diagnosa intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan yang ditandai dengan nilai observasi intoleransi aktivitas dihari pertama 21 (sedang). Intervensi yang dilakukan yaitu senam kaki DM disertai latihan rentang gerak aktif. Hasil intervensi selama 7 hari pasien mengalami peningkatan toleransi aktivitas didapatkan nilai pada hari ke tujuh 27 (baik). Kesimpulan pada penelitian ini adalah peningkatan kekuatan otot setelah diberikan terapi senam kaki sehingga keluhan klien mampu berkurang dan mudah melakukan aktivitas

Item Type: Undergraduate Thesis (Karya Tulis Ilmiah)
Subjects: Keperawatan > Keperawatan Medikal Bedah
Divisions: Jurusan Keperawatan > Program Studi D-III Keperawatan (Amd.Kep) > Program Studi D-III Keperawatan Ponorogo
Depositing User: Wijaya wie Hardiati
Date Deposited: 02 Sep 2026 07:08
Last Modified: 02 Sep 2026 07:08
URI: https://repository.poltekkes-malang.ac.id/id/eprint/2601

Actions (login required)

View Item
View Item