Rahmawati, Nur Fadila Dwi (2025) Defisit Pengetahuan Tentang Deteksi Dini Diabetes Mellitus di Wilayah Kerja Puskesmas Balong Kabupaten Ponorogo. Karya Tulis Ilmiah thesis, Poltekkes Kemenkes Malang.
ABSTRAK.pdf - Other
Download (91kB)
BAB 1.pdf - Other
Download (165kB)
BAB 2.pdf - Other
Download (307kB)
BAB 3.pdf - Other
Download (161kB)
BAB 4.pdf - Other
Restricted to Registered users only
Download (425kB) | Request a copy
BAB 5.pdf - Other
Restricted to Registered users only
Download (95kB) | Request a copy
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Bibliography
Download (183kB)
LAMPIRAN.pdf - Supplemental Material
Download (1MB)
Kata Kunci
Abstract
Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan adanya peningkatan kadar glukosa dalam darah atau hiperglikemia. Pemeriksaan kesehatan dan penyuluhan kesehatan dapat membuat masyarakat mengerti mengenai penatalaksanaan diabetes mellitus yang lebih baik. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mencegah peningkatan kejadian penyakit DM serta kejadian komplikasi adalah dengan melakukan deteksi dini. Deteksi dini dapat dilakukan dengan cara menggunakan kuesioner The Finnish Diabetes Risk Score (FINDRISC) yang dapat memprediksi timbulnya penyakit DM dalam 10 tahun mendatang. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi asuhan keperawatan keluarga yang memiliki defisit pengetahuan tentang deteksi dini diabetes mellitus di wilayah kerja Puskesmas Balong, Kabupaten Ponorogo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuesioner yang dilaksanakan selama tujuh hari, dengan evaluasi dilakukan pada hari pertama, keempat, dan keenam. Tujuan dari evaluasi ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan peran serta keluarga pasien dalam upaya pencegahan diabetes mellitus. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan keluarga tentang diabetes mellitus setelah diberikan asuhan keperawatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan responden pada kunjungan pertama berada dalam kategori cukup dengan persentase sebesar 64%. Pada kunjungan keempat, tingkat pengetahuan meningkat menjadi 73% dan masih berada dalam kategori cukup. Pada kunjungan keenam, tingkat pengetahuan mencapai 82% dan termasuk dalam kategori baik. Penelitian ini juga mengidentifikasi berbagai tipe keluarga serta kendala yang mereka hadapi dalam mengelola kesehatan anggota keluarga yang menderita diabetes mellitus. Edukasi tentang lima pilar Diabetes Mellitus (DM) dilakukan secara bertahap dan aplikatif agar lebih mudah dipahami dan diterapkan oleh pasien maupun keluarganya. Pendekatan bertahap memungkinkan peserta edukasi memahami setiap pilar secara mendalam, mulai dari pengelolaan pola makan, aktivitas fisik, pengobatan, pemantauan gula darah, hingga edukasi berkelanjutan. Selain itu, penyampaian materi dilakukan secara aplikatif, artinya langsung dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari sehingga peserta dapat langsung menerapkannya. Dengan metode ini, pengetahuan pasien tentang pengelolaan DM meningkat secara signifikan, yang pada akhirnya dapat membantu mereka dalam mengontrol penyakit dan meningkatkan kualitas hidup
| Item Type: | Undergraduate Thesis (Karya Tulis Ilmiah) |
|---|---|
| Subjects: | Keperawatan > Keperawatan Medikal Bedah |
| Divisions: | Jurusan Keperawatan > Program Studi D-III Keperawatan (Amd.Kep) > Program Studi D-III Keperawatan Ponorogo |
| Depositing User: | Wijaya wie Hardiati |
| Date Deposited: | 01 Sep 2026 07:40 |
| Last Modified: | 01 Sep 2026 07:40 |
| URI: | https://repository.poltekkes-malang.ac.id/id/eprint/2569 |
