Abhinaya, Aurellia Permata (2026) Asuhan Gizi pada Pasien Anak Post-OP Hidrosefalus dan Status Epileptikus dengan Ketidakadekuatan Asupan Makan. Tugas Akhir thesis, Poltekkes Kemenkes Malang.
COVER LUAR.pdf
Download (179kB)
COVER DALAM.pdf
Download (182kB)
LEMBAR PERNYATAAN ORISINALITAS.pdf
Download (140kB)
LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING.pdf
Download (158kB)
KATA PENGANTAR.pdf
Download (169kB)
ABSTRAK.pdf
Download (213kB)
BAB I.pdf
Download (239kB)
BAB II.pdf
Download (426kB)
BAB III.pdf
Download (313kB)
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Download (390kB) | Request a copy
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only
Download (437kB) | Request a copy
BAB VI.pdf
Restricted to Registered users only
Download (232kB) | Request a copy
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (322kB)
LAMPIRAN.pdf
Download (1MB)
Kata Kunci
Abstract
AURELLIA PERMATA ABHINAYA. 2026. Asuhan Gizi pada Pasien Anak Post-OP Hidrosefalus dan Status Epileptikus dengan Ketidakadekuatan Asupan Makan. Karya Tulis Ilmiah. Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. Pembimbing: Fitria Dhenok Palupi, SST., M. Gz.
Hidrosefalus merupakan kondisi penumpukan cairan serebrospinal di dalam ventrikel otak yang dapat memerlukan tindakan pembedahan. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan mengevaluasi asuhan gizi pada pasien anak Status Epileptikus Post-OP Hidrosefalus di RSUD Bangil. Penelitian menggunakan metode observasional dengan desain studi kasus pada satu pasien anak perempuan usia 22 bulan di ruang HCU Asoka tanggal 18–21 Maret 2026. Asuhan gizi dilakukan berdasarkan Proses Asuhan Gizi Terstandar (PAGT) meliputi asesmen, diagnosis, intervensi, serta monitoring dan evaluasi. Hasil menunjukkan status gizi pasien berdasarkan LILA/U tergolong gizi kurang (-2 SD), dengan kondisi awal berupa kejang, muntah berulang, penurunan kesadaran, hiponatremia, dan hipokloremia. Intervensi diberikan bertahap berupa diet cair LLM melalui NGT, kemudian dilanjutkan diet oral sesuai kebutuhan energi 1.030,2 kkal serta edukasi gizi kepada keluarga. Asupan energi dan zat gizi meningkat secara bertahap meskipun belum optimal. Kondisi klinis pasien membaik ditandai tidak adanya kejang dan muntah serta perbaikan nilai elektrolit. Kesimpulan menunjukkan pemberian asuhan gizi sudah sesuai dan membantu mendukung perbaikan kondisi klinis pasien, namun pemenuhan kebutuhan zat gizi masih perlu ditingkatkan sesuai toleransi pasien.
Kata kunci: anak, asuhan gizi, hidrosefalus, status epileptikus.
| Item Type: | Undergraduate Thesis (Tugas Akhir) |
|---|---|
| Subjects: | Gizi > Gizi Anak |
| Divisions: | Jurusan Gizi > Program Studi D-III Gizi |
| Depositing User: | Siwi Wulandari Siwi Wulandari |
| Date Deposited: | 28 Aug 2026 02:06 |
| Last Modified: | 28 Aug 2026 02:06 |
| URI: | https://repository.poltekkes-malang.ac.id/id/eprint/2499 |
