SHOLEHAH, LUPITA RAHMATUL (2026) PENERAPAN DEEP BREATHING DAN BLOWING WITH BUBBLES TERHADAP EKSPANSI PARU PADA ANAK DENGAN PNEUMONIA DI RUANG TOPAZ IHC RUMAH SAKIT LAVALETTE. Karya Tulis Ilmiah thesis, POLTEKKES KEMENKES MALANG.
1. COVER LUAR.pdf
Download (140kB)
3. LEMBAR PERNYATAAN ORISINALITAS.pdf
Download (60kB)
4. LEMBAR PERSETUJUAN.pdf
Download (97kB)
5. LEMBAR PENGESAHAN.pdf
Download (111kB)
7. ABSTRAK INDONESIA.pdf
Download (154kB)
8. ABSTRAK INGGRIS.pdf
Download (107kB)
10. BAB 1.pdf
Download (149kB)
11. BAB 2.pdf
Download (637kB)
12. BAB 3.pdf
Download (199kB)
13. BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only
Download (687kB) | Request a copy
14. BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only
Download (166kB) | Request a copy
15. BAB 6.pdf
Restricted to Registered users only
Download (140kB) | Request a copy
16. DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (109kB)
Kata Kunci
Abstract
Latar Belakang: Pneumonia merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak yang menyebabkan gangguan ventilasi dan penurunan ekspansi paru akibat proses inflamasi serta penumpukan sekret. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat diterapkan adalah deep breathing dan blowing with bubbles untuk membantu meningkatkan ventilasi alveolar, mempermudah pengeluaran sekret, dan meningkatkan ekspansi paru. Tujuan: Menerapkan asuhan keperawatan melalui deep breathing dan blowing with bubbles terhadap ekspansi paru, mengetahui perbedaan respons kedua serta mengetahui faktor pendukung dan penghambat pada anak dengan pneumonia di Ruang Topaz IHC Rumah Sakit Lavalette Kota Malang. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan pada dua anak dengan diagnosis medis pneumonia di Ruang Topaz IHC Rumah Sakit Lavalette Kota Malang. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi rekam medis. Intervensi diberikan selama tiga hari dan dievaluasi berdasarkan perubahan kondisi respirasi serta ekspansi paru. Hasil: Penerapan deep breathing dan blowing with bubbles meningkatkan ekspansi paru pada kedua pasien. Ekspansi paru pasien pertama meningkat dari 1,5 cm menjadi 2,5 cm, sedangkan pasien kedua dari 1,2 cm menjadi 2,2 cm. Selain itu, terjadi penurunan frekuensi napas, berkurangnya ronki, sekret lebih mudah dikeluarkan, dan perbaikan kondisi respirasi. Pasien pertama menunjukkan respons lebih cepat dibandingkan pasien kedua yang memiliki penyakit penyerta.
Kesimpulan: Penerapan deep breathing dan blowing with bubbles dapat meningkatkan ekspansi paru dan memperbaiki kondisi respirasi pada anak dengan pneumonia. Keberhasilan intervensi dipengaruhi oleh kondisi pasien, kemampuan anak mengikuti latihan, dan dukungan keluarga.
Kata kunci: pneumonia, anak, deep breathing, blowing with bubbles, ekspansi paru.
| Item Type: | Undergraduate Thesis (Karya Tulis Ilmiah) |
|---|---|
| Subjects: | Keperawatan > Keperawatan Anak |
| Divisions: | Jurusan Keperawatan > Program Studi Pendidikan Profesi Ners |
| Depositing User: | Herdhita Kharisma |
| Date Deposited: | 18 Aug 2026 07:51 |
| Last Modified: | 18 Aug 2026 07:51 |
| URI: | https://repository.poltekkes-malang.ac.id/id/eprint/2351 |
