HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN STUNTING ANAK USIA 24-36 BULAN DI KECAMATAN JELBUK DESA SUKO JEMBER

INDRAYANI, Kanti Syafa (2026) HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN STUNTING ANAK USIA 24-36 BULAN DI KECAMATAN JELBUK DESA SUKO JEMBER. Skripsi thesis, Poltekkes Kemenkes Malang.

[thumbnail of Cover] Text (Cover)
BAGIAN AWAL.pdf

Download (495kB)
[thumbnail of Bab 1] Text (Bab 1)
BAB 1.pdf

Download (156kB)
[thumbnail of Bab 2] Text (Bab 2)
BAB 2.pdf

Download (333kB)
[thumbnail of Bab 3] Text (Bab 3)
BAB III.pdf

Download (304kB)
[thumbnail of Bab 4] Text (Bab 4)
bab iv.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (258kB) | Request a copy
[thumbnail of Bab 5] Text (Bab 5)
BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (111kB) | Request a copy
[thumbnail of Daftar Pustaka] Text (Daftar Pustaka)
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (162kB)
[thumbnail of Lampiran] Text (Lampiran)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Kata Kunci

Pola Makan, Stunting

Abstract

Latar Belakang: Penelitian Tirtana (2024) menunjukkan 64,2% ibu menerapkan pola makan tidak adekuat, dominan karbohidrat dengan sedikit protein dan lemak. Azira et al. (2025) melaporkan 21,4% ibu hanya memberikan buah dan protein kurang dari 2–3 potong per hari, sedangkan Roslinawati et al. (2025) menemukan 21,7% anak hanya makan 1–2 kali sehari. Berdasarkan SSGI (2024), prevalensi stunting nasional 19,8%, Jawa Timur 14,7%, Jember 30,4%, dengan Kecamatan Jelbuk 16,92%. Tujuan: Mengetahui hubungan pola makan dengan kejadian stunting anak usia 24–36 bulan di Kecamatan Jelbuk Desa Suko Jember. Metode: Penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional. Populasi 68 anak, sampel 58 anak usia 24–36 bulan dipilih melalui proportionate stratified random sampling. Instrumen berupa kuesioner dan DDST, analisis menggunakan uji Fisher Exact. Hasil: Pola makan baik pada 7 anak (12,1%), seluruhnya tidak stunting. Pola makan cukup pada 38 anak (65,5%), dengan 1 anak stunting (1,7%) dan 37 tidak stunting (63,8%). Pola makan kurang pada 13 anak (22,4%), dengan 7 anak stunting (12,1%) dan 6 tidak stunting (10,3%). Analisis uji Fisher’s exact p=0,000 < α (0,05), menandakan terdapat hubungan pola makan dengan kejadian stunting. Koefisien kontingensi 0,53 menunjukkan keeratan kuat. Kesimpulan: Pola makan kurang dapat menyebabkan stunting. Saran: Orang tua diharapkan meningkatkan asupan sesuai usia dan pedoman isi piringku dan rutin posyandu satu bulan sekali untuk memantau tumbuh kembang anak.

Item Type: Undergraduate Thesis (Skripsi)
Subjects: Kebidanan > Neonataus, Bayi, Balita dan Anak Prasekolah
Divisions: Jurusan Kebidanan > Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan (Str.) > Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan Jember (Str.)
Depositing User: Yeni Racmawati Yeni Racmawati
Date Deposited: 10 Aug 2026 02:29
Last Modified: 10 Aug 2026 02:29
URI: https://repository.poltekkes-malang.ac.id/id/eprint/2271

Actions (login required)

View Item
View Item