HASTUTI, INGGIT WIDHI (2026) PENERAPAN TERAPI AFIRMASI POSITIF PADA PASIEN DIABETES MELITUS DENGAN HARGA DIRI RENDAH SITUASIONAL DI RUANG JIMBARAN RSUD DR. SAIFUL ANWAR MALANG. Karya Tulis Ilmiah thesis, POLTEKKES KEMENKES MALANG.
1. COVER LUAR.pdf
Download (141kB)
3. HALAMAN PERNYATAAN ORISINALITAS.pdf
Download (211kB)
4. LEMBAR PERSETUJUAN.pdf
Download (273kB)
5. LEMBAR PENGESAHAN.pdf
Download (256kB)
7. ABSTRAK INDONESIA.pdf
Download (207kB)
8. ABSTRAC INGGRIS.pdf
Download (236kB)
10. BAB 1.pdf
Download (307kB)
11. BAB 2.pdf
Download (533kB)
12. BAB 3.pdf
Download (306kB)
13. BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only
Download (393kB) | Request a copy
14. BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only
Download (355kB) | Request a copy
15. BAB 6.pdf
Restricted to Registered users only
Download (240kB) | Request a copy
16.DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (286kB)
Kata Kunci
Abstract
Latar belakang: Harga diri rendah situasional merupakan salah satu masalah psikososial yang sering terjadi pada pasien dengan penyakit kronis seperti Diabetes Melitus. Perubahan fisik, komplikasi luka diabetik, keterbatasan aktivitas, dan perubahan peran dapat menyebabkan pasien merasa malu, tidak berdaya, serta mengalami penurunan kepercayaan diri. Salah satu intervensi keperawatan yang dapat diberikan adalah terapi afirmasi positif untuk membantu mengubah pikiran negatif menjadi lebih positif, meningkatkan penerimaan diri, dan membangun koping adaptif. Tujuan: Menganalisis tingkat harga diri pada pasien diabetes melitus dengan harga diri rendah situasional setelah dilakukan terapi afirmasi positif. Metode: Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan. Subjek dalam studi ini satu pasien Diabetes Melitus dengan masalah harga diri rendah situasional. Intervensi terapi afirmasi positif dilakukan selama 4 hari melalui komunikasi terapeutik dengan fase orientasi, kerja dan terminasi. Hasil: Pasien mampu melakukan terapi afirmasi secara terbimbing maupun mandiri dengan skor kemampuan terapi afirmasi 8 dari 8 yang dikategorikan kemampuan baik. Sebelum pemberian terapi afirmasi, skor harga diri pasien sebesar 14 dari 35 (40%) dengan kategori harga diri rendah. Setelah dilakukan terapi afirmasi, skor harga diri meningkat menjadi 35 dari 35 (100%) dengan kategori harga diri tinggi. Kesimpulan: Terapi afirmasi positif dapat membantu meningkatkan harga diri pada pasien Diabetes Melitus dengan harga diri rendah situasional. Intervensi ini dapat menjadi salah satu alternatif terapi keperawatan dalam mengatasi masalah psikososial pada pasien dengan penyakit kronis yang mengalami hargadiri rendah situasional.
Kata Kunci: Harga Diri Rendah Situasional, Diabetes Melitus, Terapi Afirmasi Positif
| Item Type: | Undergraduate Thesis (Karya Tulis Ilmiah) |
|---|---|
| Subjects: | Keperawatan > Penyakit Tidak Menular |
| Divisions: | Jurusan Keperawatan > Program Studi Pendidikan Profesi Ners |
| Depositing User: | Herdhita Kharisma |
| Date Deposited: | 06 Aug 2026 08:11 |
| Last Modified: | 06 Aug 2026 08:11 |
| URI: | https://repository.poltekkes-malang.ac.id/id/eprint/2241 |
