RESDIANTO, STARLA WYANTI (2026) HUBUNGAN BEBAN KELUARGA DAN EFIKASI DIRI DENGAN KEPATUHAN LANSIA MENJALANI TERAPI DIABETES MELITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS PANDANWANGI. Skripsi thesis, POLTEKKES KEMENKES MALANG.
2. COVER LUAR.pdf
Download (70kB)
4. LEMBAR PERNYATAAN_KEASLIAN.pdf
Download (54kB)
5. LEMBAR PERSETUJUAN_.pdf
Download (68kB)
6. LEMBAR PENGESAHAN.pdf
Download (113kB)
8. ABSTRAK INDONESIA.pdf
Download (28kB)
9. ABSTRAK INGGRIS.pdf
Download (27kB)
11. BAB I.pdf
Download (42kB)
12. BAB II.pdf
Download (260kB)
13. BAB III.pdf
Download (174kB)
14. BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
Download (189kB) | Request a copy
15. BAB V.pdf
Restricted to Registered users only
Download (31kB) | Request a copy
16. DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (174kB)
Kata Kunci
Abstract
Latar Belakang: Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit kronis yang memerlukan kepatuhan jangka panjang terhadap terapi farmakologis dan non-farmakologis. Namun, kepatuhan lansia dalam menjalani terapi diabetes masih menjadi permasalahan utama yang menyebabkan kadar gula darah tidak terkontrol, komplikasi, hingga kematian. Kepatuhan dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya beban keluarga dan efikasi diri. Keluarga sebagai pendukung utama berperan penting dalam perawatan lansia, namun beban fisik, emosional, dan finansial yang berlebihan dapat menurunkan kualitas dukungan. Selain itu, efikasi diri lansia menentukan keyakinan dan kemampuan pasien dalam mengelola penyakitnya secara mandiri. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian ini sebanyak 235 pasien beserta pendapingnya, dengan sampel 148 responden yang dipilih menggunakan teknik purpovive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Caregiver Burden Scale, Diabetes Management Self-Efficacy Scale, dan Modifikasi Morisky Medication Scale 8. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman Rank dan Regresi Linear Berganda. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara beban keluarga dengan kepatuhan lansia (p-value = 0,018; r = -0,194) serta hubungan antara efikasi diri dengan kepatuhan lansia (p-value = 0,0001; r = 0,269). Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa beban keluarga dan efikasi diri berhubungan signifikan dengan kepatuhan lansia. Namun dilihat dari nilai koefisien korelasi, efikasi diri merupakan faktor yang lebih dominan dibandingkan beban keluarga dalam memengaruhi kepatuhan lansia. Oleh karena itu, diperlukan pemberian edukasi kepada keluarga dan lansia oleh petugas kesehatan untuk meningkatkan pemahaman, keterampilan, dan kepercayaan diri dalam pengelolaan diabetes guna meningkatkan kepatuhan menjalani terapi.
Kata Kunci: Beban Keluarga, Efikasi Diri, Kepatuhan, Diabetes Melitus
| Item Type: | Undergraduate Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Subjects: | Keperawatan > Keperawatan Keluarga Keperawatan > Penyakit Tidak Menular |
| Divisions: | Jurusan Keperawatan > Program Studi Sarjana Terapan Keperawatan (Str.Kep.) > Program Studi Sarjana Terapan Keperawatan Malang |
| Depositing User: | Herdhita Kharisma |
| Date Deposited: | 31 Jul 2026 03:22 |
| Last Modified: | 31 Jul 2026 03:22 |
| URI: | https://repository.poltekkes-malang.ac.id/id/eprint/2112 |
